Tawuran Remaja Meningkat, DPRD DKI Minta Pemprov Tindak Tegas dan Libatkan Semua Dinas

AKURAT.CO Maraknya tawuran yang melibatkan pelajar di Jakarta kembali jadi sorotan.
Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta, Farah Savira, menilai, upaya pencegahan tawuran harus dilakukan secara serius dan kolaboratif oleh seluruh dinas terkait.
“Faktanya, pengawasan terhadap anak-anak kita masih lemah. Ini yang perlu jadi perhatian bersama,” tegas Farah di Jakarta, Senin (14/4/2025).
Ia menekankan pentingnya peran aktif Dinas PPAPP, Dinas Sosial, dan Dinas Pendidikan untuk turun langsung ke lapangan menangani akar persoalan.
Pasalnya, para pelaku tawuran mayoritas adalah remaja usia sekolah yang seharusnya mendapat bimbingan dan pembinaan.
Farah juga mengingatkan bahwa upaya pencegahan tidak bisa hanya mengandalkan sekolah.
Baca Juga: KY Siap Telusuri Dugaan Pelanggaran Etik Usai Ketua PN Jaksel Jadi Tersangka Suap Rp60 Miliar
Harus ada sinergi nyata antara Pemprov DKI dan institusi pendidikan untuk memberikan tindakan tegas, sekaligus pembinaan terhadap pelajar yang terlibat.
“Banyak anak-anak ini tumbuh tanpa pengawasan langsung dari orang tua. Mereka diasuh oleh kerabat atau bahkan dibiarkan begitu saja, akhirnya mencari pelampiasan di jalanan,” ujarnya.
Ia mendorong adanya intervensi yang lebih agresif dari pemerintah, terutama dalam menyosialisasikan bahaya tawuran di tengah masyarakat. Menurutnya, pendekatan preventif harus diperkuat, bukan sekadar responsif setelah kejadian.
Salah satu solusi yang ditawarkan Farah adalah memaksimalkan fungsi Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA).
Menurutnya, banyak remaja yang terlibat tawuran hanya karena kurangnya tempat untuk menyalurkan energi, bakat, atau minat.
“Mereka butuh ruang untuk mengekspresikan diri. Kalau enggak ada, ya akhirnya cari pelampiasan yang salah,” tambahnya.
Baca Juga: DPRD Jakarta Desak Disdik Cabut KJP Siswa Pelaku Tawuran
Farah mengajak semua pihak, mulai dari orang tua, sekolah, hingga pemerintah daerah, untuk lebih peduli dan proaktif agar generasi muda Jakarta tidak terjebak dalam lingkaran kekerasan jalanan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 6Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 7Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








