Reshuffle Kabinet Momentum Pemerintah Perkuat Kinerja dan Pastikan Asta Cita Berjalan Konkret

AKURAT.CO Perubahan susunan kabinet merupakan bagian dari kewenangan Presiden sekaligus momentum untuk memastikan bahwa pemerintahan memiliki kapasitas yang semakin kuat dalam menjawab berbagai tantangan nasional.
Menyikapi reshuffle kabinet hari ini, Kamis (1/10/2026), Deputi Direktur Pradipa Institute, Agus Surono berpandangan, ukuran keberhasilan reshuffle tidak semata-mata terletak pada siapa yang menduduki posisi tertentu.
Keberhasilan reshuffle berpatok pada sejauhmana perubahan itu mampu menghasilkan perbaikan kinerja pemerintahan, koordinasi lintas sektor, kepastian kebijakan, serta manfaat yang dirasakan masyarakat.
Baca Juga: Prabowo Reshuffle Kabinet, Ini Daftar Menteri dan Wamen yang Dilantik Hari Ini
Visi besar pemerintahan melalui Asta Cita perlu diterjemahkan ke dalam kebijakan yang terukur, konsisten, dan dapat dievaluasi secara terbuka. Karena itu, Pradipa Institute menyampaikan 12 catatan dan harapan, sebagai berikut.
Pertama, penguatan tata kelola pemerintahan. Kabinet baru perlu memperkuat koordinasi antarkementerian dan mengurangi tumpang tindih kebijakan.
"Setiap kementerian harus memiliki indikator kinerja yang jelas, target yang realistis, serta mekanisme evaluasi yang dapat dipertanggungjawabkan kepada publik," kata Agus Surono di Jakarta, Kamis (1/10/2026).
Kedua, pertumbuhan ekonomi harus berjalan seiring dengan penciptaan lapangan kerja. Menurut Agus, kebijakan ekonomi perlu memberikan perhatian terhadap industri nasional, UMKM, investasi produktif, peningkatan daya saing, serta penciptaan pekerjaan yang layak.
"Pertumbuhan ekonomi perlu diterjemahkan menjadi peningkatan daya beli dan kesempatan ekonomi bagi masyarakat," ujarnya.
Ketiga, hilirisasi dan industrialisasi perlu menghasilkan nilai tambah di dalam negeri. Dikatakan Agus, agenda hilirisasi hendaknya tidak berhenti pada peningkatan investasi dan ekspor komoditas, tetapi dilanjutkan dengan penguatan teknologi, kapasitas industri nasional, kualitas tenaga kerja, dan keterlibatan pelaku usaha domestik.
Keempat, ketahanan pangan dan kesejahteraan petani harus menjadi perhatian utama. Upaya mencapai ketahanan pangan membutuhkan kebijakan yang terintegrasi dari produksi, irigasi, pupuk, benih, distribusi, hingga kepastian harga dan kesejahteraan petani.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Ekspor Minyak Timur Tengah Pulih 80 Persen, Strategi Iran di Selat Hormuz Mulai Kehilangan Taji?
- 2Prediksi Skor Thailand vs Vietnam 29 September 2026: Vietnam Berpeluang Menang Lagi?
- 3Klik Link Live Streaming Indonesia vs Malaysia FIFA ASEAN Cup 2026 Malam Ini
- 4Prediksi Skor Argentina vs Bolivia 1 Oktober 2026: La Albiceleste Dijagokan
- 5Sinyal Aliansi Militer Baru? Telepon Khusus Erdogan ke Prabowo Bongkar Ambisi Besar Jakarta-Ankara
- 6Prediksi Indonesia vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Susunan Pemain dan Skor!
- 7Klasemen FIFA ASEAN Cup 2026 Terbaru: Indonesia vs Bangladesh, Cek Jadwal dan Posisi Grup A!
- 8Cek Bansos Tahap 4 Oktober-Desember 2026, Begini Cara Cek Desil dan Status Penerima Pakai NIK
- 9KPK Hadirkan Delapan Saksi dari Kesthuri, Himpuh, Amphuri hingga Maktour untuk Pembuktian Korupsi Kuota Haji
- 10Terima Jemaat GKPI Rajeg, Wapres Gibran Tekankan Kerukunan dan Kebebasan Beribadah







