Waspada Rupiah Tembus Rp18.000 Pekan Ini Karena Libur Panjang

AKURAT.CO Rupiah terpantau melemah 52 poin (0,29%) ke Rp17.795,5 pada penutupan perdagangan Selasa (26/5/2026), ditekan gejolak geopolitik di Timur Tengah. Namun pelemahan ini ditaksir masih akan berlanjut lebih dalam.
Pengamat Pasar Uang dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi mengatakan pelemahan rupiah kemungkinan berlanjut dan menembus level Rp18.000 pada pekan ini, karena adanya libur panjang dimana BI tak bisa melakukan intervensi di pasar domestik.
"Kalau saya lihat Timur Tengah kembali bergejolak dan harga minyak mentah terus naik (WTI tembus USD92 per barel) membuat rupiah melemah siang ini. Besok ada libur dan BI tak bisa intervensi di pasar domestik, ketahanan rupiah pasti jebol di Rp17.850. Dan Jumat kemungkinan di Rp18.000," terang Ibrahim di Jakarta, Selasa (26/5/2026).
Baca Juga: Misbakhun: Rupiah Rp17.600 Beda Proses dengan Krisis 1998
Di hari libur nasional besok, lanjut Ibrahim, kemungkinan besar tekanan eksternal cukup tinggi sementara BI tak bisa melakukan intervensi di pasar domestik lewat pasar obligasi ataupun SBN dan hanya bisa melakukan intervensi di pasar internasional. Dampaknya, rupiah bisa melemah lebih dalam.
"Libur besok bisa membuat rupiah melemah cukup tajam. Belum lagi hiruk pikuk tentang perekonomian dalam negeri seperti ekspor satu pintu SDA lewat DSI yang bisa berdampak ke penurunan rating utang RI oleh S&P ataupun Fitch rating. Meskipun tujuannya bagus menghilangkan ekspor illegal oleh pelaku usaha, tapi detailnya masih perlu dikomunikasi dengan baik," lanjut Ibrahim.
Sentimen Eksternal Pelemahan Rupiah
Pelemahan rupiah lagi-lagi dipicu faktor eksternal, termasuk tekanan geopolitik di Timur Tengah. Saat ini pasar menanti draft kesepakatan antara AS-Iran, yang sebelumnya diprakarsai Pakistan dan Oman.
Meski Netanyahu dikabarkan didepak agar tak mengintervensi upaya perdamaian ini, namun di luar dugaan AS menyerang wilayan Iran Selatan. Pernyataan Trump yang berubah-ubah juga hanya membuat tensi geopolitik di Timur Tengah memanas.
"Pihak AS bilang uranium yang ada di Iran harus diambil alih AS dan tak mungkin Iran akan mengiyakannya. Iran juga terpecah jadi dua faksi: garis keras dan perdamaian. Garda Revolusi sendiri siap jika perang ini berlanjut. Trump mengulur waktu untuk mempersiapkan persenjatan lebih besar lagi," tutur Ibrahim.
Sementara di Eropa Timur, Ukraina dibombardir Rusia hingga Kota Kiev terbakar. Israel juga terus menyerang Lebanon Selatan, dimana 20% wilayah sudah dikuasai Isreal dan kemungkinan besar akan diklaim. Israel Raya yang berlanjut cukup masif ini memicu penguatan dolar AS.
Sentimen Internal
Dari dalam negeri, kenaikan harga minyak mentah atau crude oil berdampak pada pembengkakan biaya impor minyak Indonesia dan kebutuhan terhadap dolar untuk memenuhi impor minyak dari luar negeri.
Cadangan minyak mendekati kuartal II-2026 masih kosong dan saat ini minyak yang dipakai adalah cadangan bulan-bulan sebelumnya. "Di APBN 2026, rupiah dipatok Rp16.500 dan ICP sebesar USD60 per barel, ini mengundang tekanan fiskal yang luar biasa," ujarnya.
Tekanan juga mulai terlihat dari melebarnya defisit transaksi berjalan dari USD0,15 miliar di kuartal I-2025 ke USD4,01 miliar di kuartal I-2026, seiring menurunkan surplus perdagangan dari USD13,07 miliar di kuartal I-2025 ke USD7,98 miliar di kuartal I-2026.
"Dampak kenaikan harga minyak juga meluas ke PHK massal di Indonesia. Selama Januari-Mei 2026, angkanya naik ke 15.425 orang ter-PHK. Ini karena banyak sekali perusahaan dengan ketergantungan impor tertekan akibat pelemahan rupiah," ujar Ibrahim.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 7Zelensky: Jika Trump dan Putin Menginginkan Pemilu di Ukraina, Syaratnya Gencatan Senjata 60 Hari
- 8Harimau Siberia Tewaskan Pengunjung di Inggris, Berakhir Disuntik Mati?
- 9Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini








