Founder CEO of Hive Five Publikasikan Studi Pajak di Forum Internasional

AKURAT.CO Penelitian dari Indonesia mengenai kepatuhan pajak korporasi tampil dalam forum akademik internasional International Conference on Advances in Business Management and E-Business (ICABMEB) 2026 yang digelar di Tokyo, Jepang.
Adalah Founder CEO of PT Lima Sekawan Indonesia (Hive Five), Dr (C) Sabar Pardamean L Tobing, SE.,MM.,Ak.CA.,CTL.,CTAP.,BKP yang mempublikasikan hasil penelitiannya di forum tersebut.
Penelitian berjudul “Tax Audit Intensification and Enforced Corporate Compliance: The Moderating Role of Legitimate Power” ini mengkaji hubungan antara intensifikasi audit pajak, mekanisme penegakan, serta peran legitimasi otoritas dalam mendorong kepatuhan perusahaan terhadap kewajiban perpajakan.
Baca Juga: DJP: 15,6 Juta Wajib Pajak Sudah Aktivasi Coretax
Dalam studi tersebut, Sabar bersama tim peneliti menganalisis data dari 803 pejabat korporasi perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia. Responden terdiri dari manajer, direktur, hingga profesional yang menangani bidang keuangan dan kepatuhan perpajakan.
Sabar menjelaskan bahwa kepatuhan pajak perusahaan tidak semata-mata dipengaruhi oleh ancaman sanksi atau intensitas pemeriksaan, tetapi juga oleh persepsi terhadap legitimasi dan kredibilitas otoritas pajak.
“Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa legitimasi institusi menjadi faktor yang sangat penting. Ketika otoritas pajak dipandang transparan, profesional, dan adil dalam menjalankan prosedur, tingkat kepatuhan perusahaan cenderung meningkat secara signifikan,” ujar Sabar, Selasa (10/3/2026).
Penelitian tersebut menguji beberapa variabel utama yang memengaruhi kepatuhan pajak, antara lain agresivitas audit, probabilitas pemeriksaan, serta keadilan prosedural dalam proses audit.
Hasil analisis menunjukkan bahwa seluruh variabel penegakan memiliki pengaruh positif terhadap kepatuhan pajak perusahaan. Namun demikian, riset ini menemukan bahwa legitimate power atau legitimasi otoritas merupakan prediktor paling kuat dalam membentuk kepatuhan korporasi.
Temuan tersebut memperkuat kerangka teori Slippery Slope Framework, yang menjelaskan bahwa kepatuhan pajak terbentuk melalui kombinasi antara kekuatan penegakan hukum dan tingkat kepercayaan terhadap institusi.
“Penegakan hukum memang penting, tetapi kepercayaan terhadap otoritas juga menjadi fondasi utama. Keduanya harus berjalan seimbang agar sistem perpajakan dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan,” ujar Sabar.
Selain memberikan kontribusi akademik, penelitian ini juga dinilai memiliki implikasi praktis bagi regulator dan pembuat kebijakan dalam merancang strategi penguatan sistem perpajakan.
Bagi kalangan dunia usaha, hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa pendekatan yang mengedepankan transparansi, keadilan prosedural, serta pelayanan institusional yang baik dapat memperkuat kepatuhan tanpa harus semata-mata mengandalkan tekanan penegakan.
Penelitian ini sekaligus menjadi salah satu kontribusi akademik Sabar L. Tobing dalam bidang tata kelola perpajakan dan kepatuhan korporasi di tingkat internasional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Rusia Perluas Pangkalan Militer di Libya, NATO Terancam dari Dua Arah
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Usut Korupsi BNPB, KPK Endus Keterlibatan Perusahaan Keluarga dan Orang Kepercayaan Suharyanto
- 10BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T






