Harga Minyak Naik, Risiko Stagflasi Eropa Semakin Meningkat

AKURAT.CO Lonjakan harga minyak dan gas alam akibat konflik Timur Tengah memicu kekhawatiran baru terhadap inflasi dan risiko stagflasi di Eropa.
Harga gas alam Eropa melonjak 34% menyusul penutupan fasilitas LNG di Qatar. Harga minyak dunia juga menguat signifikan di tengah potensi gangguan pasokan di Selat Hormuz.
Kepala Strategi Ekuitas di Julius Baer, Mathieu Racheter menyebut pasar kini melihat konflik sebagai ancaman nyata terhadap pasokan energi global.
Baca Juga: Antisipasi Risiko Terburuk Harga Minyak, Pemerintah Perkuat Penerimaan Pajak
“Risiko muncul jika harga minyak bergerak tajam di atas USD100 per barel dan menetap di sana,” ujarnya dikutip dari laman bloomberg.
Lebih lanjut Racheter menjelaskan bahwa kondisi tersebut dapat menggeser risiko dari kenaikan inflasi menjadi stagflasi perlambatan pertumbuhan disertai tekanan harga tinggi.
Diketahui, Eropa sebelumnya mengalami krisis energi pada 2022 yang mendorong inflasi ke level tertinggi dalam beberapa dekade.
Ketergantungan pada impor energi membuat kawasan ini sensitif terhadap gangguan pasokan global.
Gangguan di Selat Hormuz jalur distribusi sekitar seperlima energi dunia secara historis selalu memicu volatilitas harga minyak.
Baca Juga: Purbaya: Kenaikan Harga Minyak Masih Bisa Diserap APBN
Tekanan tidak hanya terjadi pada indeks utama. Saham Zurich Insurance Group AG turun 6,3% setelah mengumumkan penggalangan dana USD5 miliar untuk akuisisi Beazley Plc.
Di sektor konsumer, Beiersdorf AG merosot 17% usai menyampaikan proyeksi tahunan di bawah ekspektasi.
Sementara VAT Group AG turun 4,6% karena panduan penjualan kuartal pertama lebih lemah dari perkiraan pasar.
Lonjakan energi berpotensi menekan biaya produksi dan margin korporasi, terutama sektor manufaktur dan konsumer.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 2Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 3Dorongan Hak Angket Ijazah Gibran Menguat, Jokowi Mulai Panik?
- 4Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 5Korlantas Polri Gelar Bakti Sosial Jumat Sedekah di TPS Rawajati Jakarta Selatan, ke Depannya Akan Dilaksanakan Rutin
- 6Kalender Jawa 17 Oktober 2026: Weton Sabtu Pahing Memiliki Semangat Hidup yang Tinggi
- 7BCA dan BI Gelar Kompetisi QRIS di Royal Plaza Surabaya, Libatkan 475 Tenant
- 8Adira Finance Perkuat Ekspansi Daerah Usai Merger Mandala, Bidik Pasar Indonesia Timur
- 9Prabowo Disarankan Ambil Langkah Taktis Ini Demi Cegah Indonesia Rusuh Seperti Eropa
- 10MAKI Desak KPK Cegah Nusron Wahid ke Luar Negeri








