Serap 20 Ribu Peserta Magang Nasional 2025, Pemerintah Gelontorkan Rp198 Miliar
Hefriday | 1 Oktober 2025, 11:08 WIB

AKURAT.CO Pemerintah akan meluncurkan Program Magang Nasional yang diperuntukkan bagi lulusan perguruan tinggi maksimal satu tahun setelah kelulusan.
Program ini resmi dimulai pada 15 Oktober 2025 sebagai bagian dari 17 paket kebijakan ekonomi 2025 dengan anggaran sebesar Rp198 miliar.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menjelaskan bahwa program ini bertujuan memberikan kesempatan bagi lulusan baru atau fresh graduate untuk mengasah keterampilan di dunia kerja.
“Dalam program magang itu disiapkan program Siap Kerja. Fitur-fiturnya sudah kami lihat, dibahas detail teknisnya, dan akan dilaunching pada 15 Oktober,” katanya di Jakarta, Rabu (1/10/2025).
Program ini juga dilengkapi dengan platform digital bernama Siap Kerja yang menghubungkan lulusan dengan kebutuhan tenaga kerja di berbagai perusahaan.
Lewat platform tersebut, perusahaan dapat mendaftarkan kebutuhan tenaga kerja, sementara lulusan bisa langsung mengakses dan melamar posisi yang tersedia.
“Perusahaan diharapkan melisting demand mereka, berapa lowongan yang tersedia. Pada 15 Oktober, lulusan satu tahun terakhir bisa mulai mengakses halaman Siap Kerja dan mendaftar,” jelas Airlangga.
Target peserta adalah lulusan perguruan tinggi dalam kurun waktu satu tahun terakhir. Data calon peserta sudah tersedia melalui basis data Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek) sehingga memudahkan verifikasi.
“Jadi lulusannya sudah ada. Nanti ketika mereka mendaftar, sistem akan langsung memverifikasi apakah mereka termasuk lulusan dalam satu tahun terakhir,” tambah Airlangga.
Pemerintah menyiapkan anggaran Rp198 miliar untuk membiayai gaji bagi sekitar 20.000 lulusan baru yang mengikuti program ini. Besaran kompensasi ditujukan agar para peserta dapat fokus mengembangkan keterampilan tanpa terbebani masalah finansial.
Kebijakan ini diharapkan bisa menjadi jawaban atas tingginya tingkat pengangguran di kalangan lulusan perguruan tinggi. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, pengangguran terbuka terbesar masih didominasi lulusan baru yang minim pengalaman kerja.
Selain meningkatkan penyerapan tenaga kerja muda, program ini juga diharapkan memperkuat daya saing Indonesia di pasar global.
Peserta akan mendapatkan pengalaman praktis di perusahaan, sehingga ketika memasuki dunia kerja secara penuh, mereka sudah lebih siap secara keterampilan maupun mental.
“Program magang nasional adalah langkah konkret pemerintah untuk menjembatani pendidikan dan dunia kerja. Kami berharap ini jadi solusi untuk mempercepat transisi lulusan ke pasar tenaga kerja,” tukas Airlangga.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kecelakaan Maut di Afrika Selatan, 21 Orang Tewas dalam Tabrakan Tiga Kendaraan
- 2Terpukau Atmosfer Persija vs Persib di SUGBK, John Herdman: Belum Pernah Saya Rasakan
- 3Apa Itu Gempa Megathrust? Ini Wilayah Indonesia yang Berpotensi Terdampak
- 4Tokoh Partai Reformasi Britania Raya Balas Trump soal Irlandia Bersatu: Jangan Campuri Politik Inggris!
- 5Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 6Suahasil Nazara Jadi Menkeu Baru, Ini Sosok dan Perjalanan Kariernya
- 7ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 8Ismed Sofyan Puji Shin Tae-yong Usai Persija Kalahkan Persib, Putuskan Kebuntuan 3 Tahun
- 9Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 10Fahd A Rafiq Bersama Tujuh Tersangka OTT Summarecon Digiring ke Mobil Tahanan KPK








