Misbakhun Minta Pemerintah Hitung Cermat Penyesuaian Iuran JKN
Hefriday | 23 Agustus 2025, 14:53 WIB

AKURAT.CO Penyesuaian iuran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kembali menjadi topik hangat dalam pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025.
Meski disebut dalam Nota Keuangan, Komisi XI DPR RI menegaskan belum ada keputusan final soal kenaikan tarif.
Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, mengatakan rencana penyesuaian tarif JKN harus disesuaikan dengan kondisi ekonomi nasional serta daya beli masyarakat.
“Pemerintah punya keinginan untuk menyesuaikan, tapi itu harus realistis melihat situasi ekonomi,” ujarnya di Jakarta, Jumat (23/8/2025).
Dirinya menekankan, pembahasan tarif JKN tidak bisa dilakukan secara tergesa-gesa. DPR akan menunggu hasil kajian pemerintah sebelum memberikan persetujuan.
“Kalau ada tambahan modal untuk BPJS Kesehatan, pasti akan datang ke DPR. Maka pembahasan harus matang,” tegasnya.
Menurutnya, pemerintah perlu menyiapkan strategi pembiayaan jangka panjang agar defisit BPJS tidak terus membebani APBN.
“Jika iuran tidak dinaikkan, sementara pengeluaran meningkat, akhirnya pemerintah yang harus menutup. Itu harus dihitung dengan cermat,” tambahnya.
Misbakhun juga menekankan perbedaan antara anggaran kesehatan dan iuran JKN.
Menurutnya, kenaikan anggaran kesehatan lebih banyak dialokasikan untuk penerima bantuan iuran (PBI), bukan otomatis untuk kenaikan tarif JKN.
“Anggaran kesehatan memang naik, tapi itu beda dengan iuran. Jangan dicampuradukkan,” jelasnya.
DPR pun mengingatkan pemerintah untuk melakukan komunikasi publik yang transparan agar masyarakat memahami alasan di balik penyesuaian iuran, jika akhirnya diputuskan.
Sejumlah anggota dewan mengingatkan bahwa sensitivitas isu kesehatan sangat tinggi. “Kalau tidak ada penjelasan terbuka, bisa menimbulkan keresahan publik,” katanya.
Meski belum ada keputusan, isu ini dipastikan akan kembali menjadi sorotan dalam pembahasan APBN 2025. Publik pun menunggu apakah iuran JKN benar-benar akan naik atau tetap dipertahankan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 4Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 5Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 6Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 7Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








