Independensi The Fed Terancam, Trump Dianggap Politisasi Lembaga Ekonomi

AKURAT.CO Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menuai kritik setelah mengumumkan rencana penunjukan Deputi Gubernur The Federal Reserve (The Fed) dan Kepala Biro Statistik Tenaga Kerja (Bureau of Labor Statistics/BLS) yang baru.
Langkah ini dinilai sebagai upaya memperkuat cengkeramannya atas lembaga ekonomi utama AS yang selama ini dikenal independen.
Pernyataan tersebut diungkapkan Trump kepada wartawan saat kembali ke Gedung Putih mengutip dari laman reuters. Dirinya mengonfirmasi tengah mempertimbangkan beberapa nama untuk menggantikan Adriana Kugler yang mengundurkan diri dari kursi Dewan Gubernur The Fed dan Erika McEntarfer yang dipecat dari jabatan Kepala BLS.
Langkah Trump ini memicu kekhawatiran terkait politisasi kebijakan fiskal dan moneter. Selama ini, Trump dikenal vokal mengkritik Gubernur The Fed Jerome Powell.
Baca Juga: Desakan Trump Goyahkan Independensi The Fed, Ekonom Ingatkan Bahaya Politik Moneter
Ia bahkan mendesak Powell untuk mundur karena menolak menurunkan suku bunga. “Terlalu marah, terlalu bodoh, dan terlalu politis,” ujar Trump dalam pernyataan sebelumnya.
Pengamat menilai tindakan Trump mencerminkan tekanan politik terhadap lembaga-lembaga ekonomi yang seharusnya netral.
Kevin Hassett dan Kevin Warsh menjadi dua dari sejumlah nama yang disebut-sebut sebagai calon kuat untuk menggantikan posisi di The Fed.
“Jika presiden terus ikut campur dalam penunjukan dengan alasan kesesuaian kebijakan politik, maka independensi The Fed bisa tergerus,” ujar analis ekonomi dari Brookings Institution, Michael Harris.
Baca Juga: Ketegangan Trump dan The Fed Meningkat, Desakan Ambil Alih Kebijakan Suku Bunga Muncul
Kondisi ini dinilai dapat berdampak pada kepercayaan pelaku pasar, mengingat stabilitas kebijakan moneter sangat tergantung pada netralitas dan kredibilitas lembaga terkait.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










