Akurat

Berlaku Mulai Hari Ini, Trump Gebuk Impor China Jadi 104 Persen!

Arief Rachman | 9 April 2025, 13:25 WIB
Berlaku Mulai Hari Ini, Trump Gebuk Impor China Jadi 104 Persen!

AKURAT.CO Presiden AS Donald Trump kembali bikin geger dunia perdagangan. Kali ini, ia menjatuhkan tarif masuk super tinggi —sebanyak 104 persen— untuk seluruh produk impor asal China. Kebijakan ini berlaku mulai Rabu (9/4/2025) dini hari waktu setempat.

Langkah Trump ini bukan tanpa sebab. Ia murka setelah China membalas tarif sebelumnya dengan menaikkan bea masuk terhadap barang-barang dari Negeri Paman Sam.

Namun, keputusan Trump justru memicu kekacauan baru: kekhawatiran akan ancaman resesi global dan potensi ambruknya tatanan perdagangan internasional yang sudah dibangun puluhan tahun.

Efeknya langsung terasa. Pasar saham AS rontok empat hari berturut-turut. Indeks S&P 500 bahkan terjun bebas hingga ditutup di bawah level 5.000 pada Selasa (8/4/2025).

Jika ditarik dari puncak tertingginya pada 19 Februari 2024, indeks itu sudah terkoreksi nyaris 19 persen.

Baca Juga: Presiden Prabowo Tiba di Abu Dhabi, Lanjut Temui Presiden MBZ

Tak tanggung-tanggung, perusahaan-perusahaan dalam indeks S&P 500 tercatat kehilangan nilai kapitalisasi pasar sebesar USD5,8 triliun—atau sekitar Rp98.402 triliun persen (kurs Rp16.966 per dolar AS).

Angka ini menjadi kerugian empat hari terbesar sejak S&P 500 pertama kali diluncurkan pada tahun 1950-an!

Efek domino tak cuma menghantam Wall Street. Di Asia, indeks Nikkei Jepang langsung rontok setelah aksi jual besar-besaran terjadi pagi ini.

Pasar Asia lainnya pun bersiap-siap untuk terkena imbasnya, hanya beberapa jam sebelum tarif Trump berlaku penuh.

Meski situasi memanas, Gedung Putih menyatakan bahwa negosiasi dengan China bukan prioritas.

Penasihat ekonomi Gedung Putih, Kevin Hassett, menegaskan bahwa fokus utama saat ini adalah memperkuat hubungan dagang dengan sekutu seperti Jepang dan Korea Selatan.

“Saat ini, kami diarahkan untuk memprioritaskan kerja sama ekonomi dan militer dengan negara-negara sahabat,” ujar Hassett di Fox News.

Juru bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, menambahkan bahwa pendekatan Trump terhadap perdagangan bersifat "satu negara, satu strategi", yang mempertimbangkan berbagai aspek, termasuk bantuan asing dan kepentingan militer.

Dengan tensi yang terus membara, dunia kini menanti—apakah Trump akan terus tancap gas, atau justru menciptakan badai ekonomi global berikutnya?

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.