Vietnam Rela Rampingkan Birokrasi Demi Pertumbuhan Ekonomi
Demi Ermansyah | 19 Februari 2025, 12:40 WIB

AKURAT.CO Vietnam sedang melakukan reformasi besar-besaran dalam struktur pemerintahannya.
Dalam langkah yang disebut sebagai perombakan terbesar dalam beberapa dekade terakhir, parlemen telah menyetujui kebijakan yang bertujuan merampingkan birokrasi guna mendukung pertumbuhan ekonomi yang ambisius.
Keputusan ini diambil dalam pertemuan luar biasa Majelis Nasional di Hanoi pada Selasa (18/2/2025) lalu.
Dimana pemerintah setempat menargetkan pemangkasan sekitar 20% tenaga kerja di kementerian dan lembaga negara, yang berdampak pada sekitar 100.000 pegawai negeri sipil (PNS).
Disebutkan hal tersebut merupakan reformasi terbesar sejak Vietnam mengadopsi sistem ekonomi berbasis pasar pada 1980-an.
Dikutip dari Reuters, Rabu (19/2/2025), akan ada lima kementerian yang akan dihapus, sementara beberapa lainnya akan digabung, seperti Kementerian Keuangan dengan Kementerian Perencanaan dan Investasi.
Selain itu, pemerintah juga membatasi saluran informasi dengan menutup beberapa stasiun televisi milik negara serta menghentikan sejumlah surat kabar dan majalah.
Menurut Ketua Partai Komunis Vietnam, To Lam, yang menjadi arsitek utama reformasi ini, menegaskan bahwa perubahan ini penting untuk memastikan efisiensi pemerintahan.
Menurut Ketua Partai Komunis Vietnam, To Lam, yang menjadi arsitek utama reformasi ini, menegaskan bahwa perubahan ini penting untuk memastikan efisiensi pemerintahan.
“Terkadang kita harus minum obat pahit, menahan rasa sakit, dan mengangkat tumor agar memiliki tubuh yang sehat dan kuat,” ujarnya dalam pidatonya pada Desember lalu.
Reformasi ini dinilai sebagai langkah strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Vietnam yang ditargetkan mencapai 8% tahun ini.
Reformasi ini dinilai sebagai langkah strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Vietnam yang ditargetkan mencapai 8% tahun ini.
Perdana Menteri Pham Minh Chinh bahkan menargetkan pertumbuhan dua digit dalam beberapa tahun ke depan.
Namun, langkah ini juga menimbulkan kekhawatiran, terutama bagi ribuan pegawai pemerintah yang terdampak.
Namun, langkah ini juga menimbulkan kekhawatiran, terutama bagi ribuan pegawai pemerintah yang terdampak.
Meski ada kompensasi bagi mereka yang kehilangan pekerjaan, masih banyak ketidakpastian mengenai peluang kerja di sektor swasta.
Pemerintah Vietnam optimistis bahwa kebijakan ini akan membawa perubahan positif dalam jangka panjang.
Pemerintah Vietnam optimistis bahwa kebijakan ini akan membawa perubahan positif dalam jangka panjang.
Dengan birokrasi yang lebih ramping dan efisien, negara ini diharapkan mampu bersaing di tingkat global dan menarik lebih banyak investasi asing.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 4Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Rusia Perluas Pangkalan Militer di Libya, NATO Terancam dari Dua Arah
- 7Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Usut Korupsi BNPB, KPK Endus Keterlibatan Perusahaan Keluarga dan Orang Kepercayaan Suharyanto
- 10BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T









