Prabowo Bakal Anggarkan Rp48 Triliun Untuk Listriki 6.700 Desa dalam 5 Tahun
Camelia Rosa | 20 Januari 2025, 19:17 WIB

AKURAT.CO Presiden RI Prabowo Subianto berkomitmen untuk membiayai 6.700 dusun atau desa di 340 kecamatan seluruh Indonesia belum mendapatkan akses listrik.
Hal itu diungkapkan Prabowo merespons pernyataan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.
Bahlil mengungkapkan bahwa dibutuhkan anggaran sekitar Rp48 triliun selama 5 tahun untuk membiayai program perluasan elektrifikasi ke ribuan dusun di Indonesia tersebut.
Prabowo memperkirakan anggaran pemerintah sepertinya cukup untuk mewujudkan hal tersebut.
"Kalau 48 triliun dibagi 5, berapa itu? 9 triliun. Rasa-rasanya 5 tahun kita bisa melakukan itu. Rasa-rasanya," jelas Prabowo saat meresmikan PLTA Jatigede di Sumedang, Jawa Barat, Senin (20/1/2025).
Prabowo mengaku bisa mewujudkan hal itu lantaran dirinya mendapatkan laporan langsung dari Menteri Keuangan Sri Mulyani bahwa adanya kelonggaran ruang fiskal pada APBN berkat efisiensi dan penghematan anggaran yang selama ini telah dilakukan.
"Saya dapat laporan dari Menteri Keuangan, arahan saya untuk melakukan penghematan di semua bidang, Alhamdulillah menghasilkan penghematan yang cukup besar sehingga bangsa kita akan melakukan transformasi ke arah hilirisasi, ke arah industrialisasi secara besar-besaran dan secara akan mengagetkan dunia," tukasnya.
Sebagai informasi, dalam kesempatan ini Menteri ESDM Bahlil mengaku telah menerima keluhan dari masyarakat desa-desa terpencil agar daerah mereka bisa sesegera mungkin dialiri listrik.
Bahlil bilang, keluhan itu didapatkan saat momen Hari Raya Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 (Nataru) kemarin. Meski masyarakat mendapat kepuasan dari aspek pelayanan penyaluran BBM, tetapi mereka menginginkan ada listrik yang layak untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.
"Mereka telepon-telepon saya, terutama dari Maluku, Papua, kampung saya ini, sebagian sulawesi juga begitu. Mereka sampaikan akhir tahun kemarin pelayanannya bagus. Tapi, lebih bagus lagi kalau listrik yang hanya 3 jam menyala harus naik jadi 6 jam, yang 6 jam menyala harus jadi 24 jam, yang belum ada listrik mereka juga ingin nyala," terangnya.
Bahlil menambahkan, bukan hanya di daerah terpencil, sejumlah titik di Pulau Jawa pun ia sebut masih belum teraliri listrik dengan layak. Sebab berdasarkan laporan dari Gubernur Jawa Barat Terpilih Dedi Mulyadi, terdapat sejumlah desa di kawasan tersebut yang belum teraliri listrik.
"Ternyata Jawa Barat ini juga ada dusun-dusun yang sebagian belum ada listriknya. Ini pesan dari Gubernur Terpilih, Pak, Kader (Partai) Gerindra," tukas Bahlil.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










