Susul Indonesia, Nigeria Resmi Gabung BRICS
Demi Ermansyah | 20 Januari 2025, 10:43 WIB
AKURAT.CO Nigeria resmi menjadi anggota BRICS, aliansi negara-negara berkembang yang kini mencakup Brasil, Rusia, India, China, Afrika Selatan, serta anggota baru seperti Mesir, Ethiopia, Indonesia, dan Uni Emirat Arab (UEA).
Bergabungnya Nigeria ke dalam kelompok ini tidak hanya menandai langkah penting dalam politik internasional tetapi juga membuka babak baru bagi perekonomian negara tersebut.
Dilansir Bloomberg, Senin (20/1/2025), BRICS telah lama dikenal sebagai platform strategis bagi negara-negara berkembang untuk memperkuat pengaruh mereka di dunia.
Dilansir Bloomberg, Senin (20/1/2025), BRICS telah lama dikenal sebagai platform strategis bagi negara-negara berkembang untuk memperkuat pengaruh mereka di dunia.
Dalam beberapa tahun terakhir, aliansi ini semakin ekspansif, dengan menambah anggota baru untuk menyeimbangkan dominasi kelompok negara maju seperti G7.
Langkah ini juga mempertegas komitmen BRICS dalam menciptakan tatanan ekonomi global yang lebih inklusif. Keanggotaan ini memberi Nigeria kesempatan untuk memperluas jaringan perdagangan dan investasi dengan negara-negara anggota lainnya.
Sebagai negara dengan populasi terbesar di Afrika, Nigeria diharapkan mampu memanfaatkan posisi ini untuk mendorong kerja sama ekonomi yang lebih intensif.
"Keikutsertaan dalam BRICS mencerminkan komitmen Nigeria untuk meningkatkan kolaborasi internasional," ujar Pelaksana Tugas Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Nigeria, Kimiebi Ebienfa, Minggu (19/1/2025).
Meskipun begitu, tantangan besar tetap ada. Nigeria tengah bergulat dengan inflasi tinggi dan sistem perpajakan yang kurang efisien. Menurut Bank Dunia, tingkat pengumpulan pajak di negara ini termasuk yang terendah di dunia.
Hal ini tentu membatasi kemampuan pemerintah untuk membiayai layanan publik dan pembangunan infrastruktur. Dalam konteks BRICS, Nigeria memiliki peluang untuk belajar dari negara-negara anggota lainnya dalam mengatasi tantangan serupa.
Seperti yang diketahui, sebelumnya Nigeria memperbarui perjanjian pertukaran mata uang dengan China senilai CNY15 miliar atau setara USD2 miliar. Kesepakatan ini dirancang untuk meningkatkan perdagangan bilateral dan investasi antara kedua negara.
Seperti yang diketahui, sebelumnya Nigeria memperbarui perjanjian pertukaran mata uang dengan China senilai CNY15 miliar atau setara USD2 miliar. Kesepakatan ini dirancang untuk meningkatkan perdagangan bilateral dan investasi antara kedua negara.
Dengan langkah tersebut, Nigeria menunjukkan upayanya untuk mendiversifikasi hubungan ekonomi, sekaligus memanfaatkan platform BRICS untuk memperkuat kehadirannya di kancah global.
Keanggotaan di BRICS juga memiliki potensi untuk mengurangi ketergantungan Nigeria pada dolar AS, terutama dalam perdagangan minyak dan gas.
Keanggotaan di BRICS juga memiliki potensi untuk mengurangi ketergantungan Nigeria pada dolar AS, terutama dalam perdagangan minyak dan gas.
Dengan aliansi tersebut, Nigeria bisa memperluas akses ke pasar baru dan memanfaatkan peluang untuk menciptakan tatanan perdagangan yang lebih adil. Namun, langkah ini memerlukan strategi yang matang dan implementasi yang konsisten.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









