Meski Digempur AS, China Siap Kendalikan Stabilitas Yuan
Demi Ermansyah | 4 Januari 2025, 18:11 WIB

AKURAT.CO China tetap memperkuat kontrolnya atas mata uang yuan dengan menjaga nilai tukar resmi di tengah pelemahan yuan ke level terendah sejak 2022 dalam perdagangan luar negeri akhir tahun.
Bank Sentral China (PBoC) menetapkan referensi nilai tukar harian yuan pada 7,1879 per, hanya sedikit berbeda dari hari sebelumnya. Namun, angka ini lebih kuat 1.323 poin dari perkiraan survei Bloomberg, mencatat selisih terbesar sejak Juli.
Pada akhir perdagangan 2024, yuan offshore sempat melemah hingga 0,7%, memperburuk tren penurunan selama beberapa bulan akibat kekhawatiran perlambatan ekonomi dan ancaman tarif dari Presiden AS terpilih, Donald Trump.
Meski begitu, beberapa bank besar di Wall Street memperkirakan yuan akan melemah hingga CNY7,5 per dolar AS pada 2025. Hal ini mencerminkan potensi kebijakan Beijing yang lebih longgar terhadap nilai tukar.
Sebagai respons terhadap penetapan nilai tukar harian, yuan offshore menguat ke CNY7,3161 per dolar AS. Sebelumnya, yuan sempat melemah hingga CNY7,3695 per dolar AS pada sesi terakhir 2024, menyentuh level terendah sejak Oktober 2022. Sementara itu, yuan domestik cenderung stabil meski mendekati level CNY7,3 sepanjang Desember. Lonjakan yuan pada 31 Desember diduga karena aksi jual otomatis di tengah pasar yang sepi selama libur akhir tahun.
Dalam pernyataan terbarunya, PBoC menegaskan komitmen menjaga yuan tetap stabil. Zou Lan, kepala kebijakan moneter PBoC, menyatakan pihaknya siap menghadapi guncangan eksternal dan mengelola ekspektasi pasar.
Sebab sejak November, PBoC konsisten menetapkan nilai tukar lebih kuat dari perkiraan pasar dan terkadang melibatkan bank milik negara untuk menjual dolar demi menjaga kestabilan yuan.
“PBoC tampaknya memberikan sinyal kuat untuk menjaga stabilitas yuan,” ujar Analis dari Oversea-Chinese Banking Corp, Christopher Wong melalui lansiran Bloomberg, dikutip Sabtu (4/1/2025).
“PBoC tampaknya memberikan sinyal kuat untuk menjaga stabilitas yuan,” ujar Analis dari Oversea-Chinese Banking Corp, Christopher Wong melalui lansiran Bloomberg, dikutip Sabtu (4/1/2025).
Lebih lanjut, Wong menjelaskan bahwa kemungkinan ke depan China akan menggunakan kombinasi strategi seperti penetapan nilai tukar harian dan pengendalian likuiditas untuk mengelola pergerakan yuan.
Meski begitu, beberapa bank besar di Wall Street memperkirakan yuan akan melemah hingga CNY7,5 per dolar AS pada 2025. Hal ini mencerminkan potensi kebijakan Beijing yang lebih longgar terhadap nilai tukar.
Sebagai respons terhadap penetapan nilai tukar harian, yuan offshore menguat ke CNY7,3161 per dolar AS. Sebelumnya, yuan sempat melemah hingga CNY7,3695 per dolar AS pada sesi terakhir 2024, menyentuh level terendah sejak Oktober 2022. Sementara itu, yuan domestik cenderung stabil meski mendekati level CNY7,3 sepanjang Desember. Lonjakan yuan pada 31 Desember diduga karena aksi jual otomatis di tengah pasar yang sepi selama libur akhir tahun.
Senada dengan Wong, Kepala strategi FX di BNP Paribas, Ju Wang menjelaskan bahwa penurunan imbal hasil obligasi China dan perbedaan suku bunga dengan AS turut menekan yuan. PBoC juga menyuntikkan likuiditas bersih sebesar CNY1,7 triliun pada Desember lalu untuk menopang perekonomian.
Dalam pernyataan terbarunya, PBoC menegaskan komitmen menjaga yuan tetap stabil. Zou Lan, kepala kebijakan moneter PBoC, menyatakan pihaknya siap menghadapi guncangan eksternal dan mengelola ekspektasi pasar.
Namun, analis Fiona Lim dari Maybank mengingatkan bahwa pelemahan yuan bisa menggerus kepercayaan pasar keuangan, terutama jika risiko konflik dagang dengan AS meningkat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 2Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 3Dorongan Hak Angket Ijazah Gibran Menguat, Jokowi Mulai Panik?
- 4Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 5Korlantas Polri Gelar Bakti Sosial Jumat Sedekah di TPS Rawajati Jakarta Selatan, ke Depannya Akan Dilaksanakan Rutin
- 6Kalender Jawa 17 Oktober 2026: Weton Sabtu Pahing Memiliki Semangat Hidup yang Tinggi
- 7BCA dan BI Gelar Kompetisi QRIS di Royal Plaza Surabaya, Libatkan 475 Tenant
- 8Adira Finance Perkuat Ekspansi Daerah Usai Merger Mandala, Bidik Pasar Indonesia Timur
- 9Greenpeace Bentangkan Spanduk di Bundaran HI, Pemerintah Hormati Kebebasan Berpendapat
- 10Polemik Ijazah Gibran, Prabowo Disarankan Ambil Langkah Taktis Ini Demi Cegah Indonesia Rusuh Seperti Eropa







