Danai Proyek Pemda, China Terbitkan Obligasi Khusus
Demi Ermansyah | 26 Desember 2024, 18:26 WIB

AKURAT.CO China baru saja mengambil langkah strategis untuk memacu ekonomi dengan memberi kebebasan lebih kepada pemerintah daerah dalam menggunakan obligasi khusus sebagai sumber utama pendanaan publik.
Dimana nantinya kebijakan ini disertai dengan penyederhanaan proses persetujuan yang diharapkan dapat mempercepat realisasi proyek infrastruktur.
Dalam dokumen yang dilansir Bloomberg, Kamis (26/12/2024), pemerintah pusat menegaskan bahwa pemerintah daerah bisa menggunakan obligasi khusus ini untuk mendanai berbagai proyek, asalkan tidak melanggar daftar larangan yang ditetapkan kabinet.
Larangan tersebut meliputi proyek tanpa keuntungan finansial, pembangunan gedung pemerintahan, konstruksi simbolis seperti patung besar, serta properti komersial.
Sebelas wilayah, termasuk provinsi ekonomi besar seperti Guangdong, kini diberi kewenangan untuk menyetujui proyek-proyek yang didanai obligasi ini secara mandiri.
Sebelas wilayah, termasuk provinsi ekonomi besar seperti Guangdong, kini diberi kewenangan untuk menyetujui proyek-proyek yang didanai obligasi ini secara mandiri.
Ini adalah perubahan signifikan dari kebijakan sebelumnya yang mewajibkan daerah meminta izin dari badan perencanaan ekonomi nasional dan Kementerian Keuangan.
Kebijakan ini datang di saat para pemimpin China menetapkan peningkatan permintaan domestik sebagai prioritas utama untuk tahun 2025. Dengan ancaman perang dagang kedua dengan Amerika Serikat, Beijing menyadari perlunya memperkuat konsumsi dan investasi domestik.
Kebijakan ini datang di saat para pemimpin China menetapkan peningkatan permintaan domestik sebagai prioritas utama untuk tahun 2025. Dengan ancaman perang dagang kedua dengan Amerika Serikat, Beijing menyadari perlunya memperkuat konsumsi dan investasi domestik.
Meski konsumsi menjadi fokus baru, pemerintah masih menjadikan investasi sebagai senjata utama untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.
Langkah ini diharapkan dapat memberikan peluang lebih besar bagi pemerintah daerah untuk mempercepat realisasi proyek yang relevan, terutama di sektor teknologi informasi, perawatan lansia, dan perawatan anak.
Langkah ini diharapkan dapat memberikan peluang lebih besar bagi pemerintah daerah untuk mempercepat realisasi proyek yang relevan, terutama di sektor teknologi informasi, perawatan lansia, dan perawatan anak.
Sederhananya proses persetujuan juga memberikan sinyal bahwa pemerintah pusat serius dalam memberikan dukungan untuk mempercepat pemulihan ekonomi pasca pandemi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







