Akurat

Asta Cita Prabowo-Gibran Harapan Besar DPR Untuk Capai Indonesia Emas 2045

Hefriday | 29 November 2024, 17:05 WIB
Asta Cita Prabowo-Gibran Harapan Besar DPR Untuk Capai Indonesia Emas 2045

AKURAT.CO Presiden terpilih Prabowo Subianto bersama wakilnya, Gibran Rakabuming Raka, mengusung visi besar bertema Bersama Indonesia Maju Menuju Indonesia Emas 2045.

Dalam visi ini, terdapat delapan agenda strategis atau astacita yang meliputi penguatan ideologi Pancasila, demokrasi, peningkatan lapangan kerja, pembangunan sumber daya manusia (SDM), hingga keberlanjutan hilirisasi.

Anggota Komisi XI DPR RI, Muhammad Kolid dari Fraksi PKS menyatakan optimisme terhadap implementasi visi tersebut, terutama target pertumbuhan ekonomi yang ambisius.

"Target pertumbuhan ekonomi delapan persen itu bukan hanya tinggi, tetapi juga harus berkualitas. Artinya, pertumbuhan ekonomi yang menciptakan lapangan kerja sebanyak-banyaknya dan mampu mengangkat masyarakat miskin agar naik kelas," ujar Kolid dikutip dari kanal Youtube TV Parlemen, Jumat (29/11/2024).

Ia menekankan bahwa ekonomi berkualitas harus bersifat inklusif. "Kita ingin melihat bagaimana pertumbuhan ekonomi tidak hanya terfokus di atas, tetapi juga menyentuh bottom of the pyramid, masyarakat lapisan terbawah. Ini menjadi tantangan besar bagi pemerintahan Prabowo-Gibran," tambahnya.

Baca Juga: Kapolri Komitmen Kawal Program Asta Cita Wujudkan Indonesia Emas di 2045

Selain fokus pada pertumbuhan ekonomi, Kolib juga menyoroti pentingnya pemerintahan yang bersih dan efektif. Menurutnya, pemerintah ke depan harus tampil unggul dalam melayani masyarakat. “Pemerintahan yang kuat dan bersih akan menjadi modal utama untuk merealisasikan visi Indonesia Emas 2045,” katanya.

Pembangunan SDM menjadi salah satu prioritas utama dalam astacita ini. Kolid menyebutkan dua aspek mendasar dalam membangun SDM berkualitas: pendidikan dan kesehatan. "SDM unggul harus didukung oleh pendidikan yang bagus dan kesehatan yang prima. Ini menjadi fondasi untuk menciptakan generasi berdaya saing tinggi," jelasnya.

Terkait isu pendidikan, Kolid menyoroti beberapa persoalan mendasar yang perlu segera diatasi. “Hal basic seperti kebutuhan ruang kelas yang mencukupi, kesejahteraan guru, dan angka partisipasi sekolah harus menjadi prioritas. Anak-anak yang putus sekolah harus mendapat perhatian khusus agar mereka kembali ke bangku pendidikan,” ujar Kolid.

Ia juga menyoroti pentingnya program gizi untuk anak-anak sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesehatan siswa. "Program makanan bergizi untuk anak-anak harus digalakkan. Ini bukan hanya soal pendidikan, tetapi juga soal investasi kesehatan untuk masa depan mereka," tambahnya.

Dalam pendidikan tinggi, Kolid menekankan pentingnya koneksi antara dunia pendidikan, industri, dan pemerintah. “Pendidikan tinggi sering kali tidak terhubung dengan dunia usaha. Ke depan, riset di perguruan tinggi harus berbasis pada kebutuhan sektor swasta dan pemerintah. Sinergi ini penting untuk meningkatkan relevansi pendidikan dengan kebutuhan industri," jelasnya.

Terkait agenda hilirisasi dan industrialisasi, Kolib berharap pemerintah dapat memanfaatkan koneksi ini untuk membangun industri berbasis penelitian. "Kita ingin hilirisasi yang tidak berhenti pada pengolahan bahan mentah, tetapi berlanjut hingga industrialisasi. Ini hanya bisa terwujud jika dunia pendidikan dan dunia usaha saling terhubung," kata Kolid.

Muhammad Kolib optimistis bahwa dengan sinergi yang kuat antara pemerintah, DPR, dan berbagai elemen masyarakat, visi besar Indonesia Emas 2045 dapat terealisasi. "Kita memiliki tantangan besar, tetapi juga peluang besar. Jika semua pihak bersatu dan bekerja sama, Indonesia Emas 2045 bukan hanya mimpi, tetapi tujuan yang nyata," tukasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa