AKURAT.CO Presiden terpilih Amerika Serikat, Donald Trump kembali mengguncang peta ekonomi global melalui rencana kebijakan tarif yang kontroversial. Menjelang pelantikannya pada Januari 2025, Trump mengumumkan ancaman untuk memberlakukan tarif tambahan sebesar 10% pada semua barang impor dari China.
Tentunya kebijakan ini dirancang sebagai bentuk tekanan kepada Beijing agar menghentikan perdagangan prekursor kimia yang digunakan untuk memproduksi fentanyl, zat berbahaya yang menjadi momok dalam krisis opioid di AS.
Seperti yang diketahui bersama, pada periode pertama Trump menjabat, perang dagang dengan China telah memberikan dampak besar. Lonjakan tarif pada barang-barang impor mengakibatkan biaya produksi naik, inflasi meroket, dan konsumen Amerika menanggung beban ekonomi yang lebih berat.
Dampaknya meluas hingga ke negara-negara mitra dagang yang bergantung pada pasokan dari China. Kini, ancaman yang sama muncul, namun dengan dampak yang diprediksi lebih serius.
Melansir Reuters, S&P Global Ratings dikabarkan kembali menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi China untuk 2025 dan 2026 masing-masing menjadi 4,1% dan 3,8%, memperlihatkan betapa besar tekanan yang dapat ditimbulkan jika kebijakan Trump terealisasi.
Selain berdampak pada China, ancaman tarif ini juga menjadi sinyal ancaman bagi stabilitas ekonomi global. Ditambah dengan ditunjuknya Jamieson Greer sebagai perwakilan perdagangan AS yang merupakan salah satu tokoh veteran yang dikenal keras dalam kebijakan dagang, mengindikasikan pendekatan yang lebih agresif.
Greer sebelumnya memainkan peran penting dalam merancang tarif besar-besaran pada periode pertama Trump dan berhasil merombak Perjanjian Perdagangan Bebas Amerika Utara. Kehadirannya diperkirakan akan membuat negosiasi dengan China semakin rumit dan penuh tantangan.
Namun, jalan menuju implementasi kebijakan ini penuh dengan ketidakpastian. Banyak pakar ekonomi memperingatkan bahwa langkah agresif seperti ini dapat menciptakan efek domino pada pasar global yang baru saja bangkit dari dampak pandemi.
Namun, jalan menuju implementasi kebijakan ini penuh dengan ketidakpastian. Banyak pakar ekonomi memperingatkan bahwa langkah agresif seperti ini dapat menciptakan efek domino pada pasar global yang baru saja bangkit dari dampak pandemi.
Kenaikan tarif bukan hanya akan menekan daya beli konsumen tetapi juga meningkatkan biaya pinjaman, memperlambat investasi, dan memperburuk sentimen pasar. Para analis memperkirakan bahwa tarif tambahan bisa mencapai angka 25% atau lebih, yang akan menghantam sektor manufaktur China dan menambah tekanan pada ekspor negara tersebut.
Sebaliknya, konsumen dan pelaku usaha di Amerika Serikat juga harus bersiap menghadapi kenaikan harga barang yang signifikan, memicu inflasi domestik yang sulit dikendalikan. Kebijakan tarif ini menyoroti hubungan kompleks antara dua raksasa ekonomi dunia. Meski memiliki kepentingan ekonomi yang saling terkait, pendekatan Trump yang berfokus pada konfrontasi justru menambah ketegangan.
Dengan kondisi ekonomi global yang masih rapuh, ancaman perang dagang baru ini bisa menjadi pukulan telak bagi perekonomian dunia, mengingat dampak buruknya dapat meluas ke banyak sektor dan wilayah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 5Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 6Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 7Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 8Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 9BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T
- 10KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT BNPB, Adik hingga Orang Kepercayaan Suharyanto Terjerat










