Ekonom Optimis Pertumbuhan Ekonomi Kembali ke 5 Persen di Kuartal IV-2024
Demi Ermansyah | 6 November 2024, 23:38 WIB

AKURAT.CO Ekonom Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI), Teuku Riefky memprediksi, pertumbuhan ekonomi Indonesia akan kembali mencapai angka 5% pada kuartal IV-2024.
Diketahui, pada kuartal III-2024, pertumbuhan ekonomi Indonesia tercatat melambat menjadi sebesar 4,95% year-on-year (yoy). Angka ini sedikit menurun dari kuartal II yang tercatat sebesar 5,05% yoy.
“Saya rasa masih mungkin kuartal selanjutnya ini (pertumbuhan ekonomi) mencapai di level 5 persen karena ada faktor musiman, Natal dan Tahun Baru. Tapi tanpa faktor musiman, nampaknya kita sudah mulai sulit untuk dapat 5 persen,” kata Riefky dilansir Antara, Rabu (6/11/2024).
Diketahui, pada kuartal III-2024, pertumbuhan ekonomi Indonesia tercatat melambat menjadi sebesar 4,95% year-on-year (yoy). Angka ini sedikit menurun dari kuartal II yang tercatat sebesar 5,05% yoy.
“Saya rasa masih mungkin kuartal selanjutnya ini (pertumbuhan ekonomi) mencapai di level 5 persen karena ada faktor musiman, Natal dan Tahun Baru. Tapi tanpa faktor musiman, nampaknya kita sudah mulai sulit untuk dapat 5 persen,” kata Riefky dilansir Antara, Rabu (6/11/2024).
Baca Juga: Pertumbuhan Ekonomi Melambat, Airlangga: Bisa Tambah Satu hingga Dua Persen Jika ICOR Diperbaiki
Menurutnya, saat ini Indonesia memang tengah mengalami pelemahan produktiviias yang berimbas pada melambatnya pertumbuhan ekonomi. Mengacu pada situasi saat ini, Riefky juga memproyeksikan bahwa ke depan, pertumbuhan ekonomi Indonesia bakal stagnan di level 5 persen.
“Prediksi LPEM UI pun juga menunjukkan bahwa kita akan stagnan di level 5 persen. Dengan realisasi seperti ini, pertumbuhan 8 persen nampaknya sulit dan tidak terlalu realistis,” ujarnya.
Hal yang sama diungkapkan oleh Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede. Ia menilai musim liburan di sekitar Natal dan Tahun Baru akan kembali mendorong permintaan dan mobilitas domestik di kuartal IV tahun ini.
Pengeluaran pemerintah juga diproyeksikan akan mencapai puncaknya pada akhir tahun, mengikuti pola pertumbuhan yang biasa terjadi dan mendapat dorongan tambahan dari pengeluaran yang terkait dengan Pemilu 2024.
Josua menjelaskan, pada kuartal IV-2024, ketidakpastian seputar kebijakan ekonomi pemerintah baru Indonesia akan mereda seiring dengan keberpihakan Prabowo pada agenda 'pro-pertumbuhan' yang semakin jelas.
"Meskipun ketidakpastian global baru-baru ini meningkat akibat sikap The Fed yang kurang dovish dan meningkatnya kemungkinan Trump memenangkan pemilihan presiden AS, jalur pemangkasan suku bunga kebijakan global, termasuk potensi penurunan BI-rate, masih diantisipasi. Perkembangan ini dapat mendorong peningkatan investasi langsung dan arus modal masuk, memberikan dukungan lebih lanjut untuk investasi sektor swasta," jelasnya.
Selain itu, langkah-langkah stimulus ekonomi yang signifikan dari China mulai memberikan manfaat bagi perekonomiannya, yang pada gilirannya dapat memberikan dukungan bagi kinerja ekspor Indonesia.
Secara domestik, Josua memproyeksikan pertumbuhan konsumsi rumah tangga akan tetap stabil didukung oleh inflasi yang relatif rendah akibat pasokan makanan yang kembali normal.
"Secara keseluruhan, kami mempertahankan ekspektasi kami untuk pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2024 untuk tetap tangguh, dengan perkiraan ekspansi sekitar 5,04 persen, sedikit turun dari 5,05 persen pada tahun 2023," imbuhnya.
Adapun, Plt. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti menyatakan bahwa lapangan usaha industri pengolahan masih jadi sumber pertumbuhan ekonomi terbesar pada kuartal III-2024.
“Jika dilihat (lapangan usaha) sebagai sumber pertumbuhan, maka pada kuartal III-2024, industri pengolahan menjadi sumber pertumbuhan terbesar, yaitu (dengan andil) sebesar 0,96 persen,” ucap Amalia Adininggar Widyasanti di Jakarta, Selasa (5/11).
Ia menyampaikan bahwa sejumlah lapangan usaha lainnya juga menjadi sumber utama pertumbuhan ekonomi, yakni konstruksi dengan andil pertumbuhan PDB sebesar 0,71%, perdagangan besar dan eceran serta reparasi mobil dan sepeda motor dengan andil 0,63%, serta informasi dan komunikasi dengan andil 0,45%.
Nilai PDB atas dasar harga berlaku lapangan usaha industri pengolahan tercatat sebesar Rp1.072,6 triliun, konstruksi sebesar Rp567,3 triliun, perdagangan besar dan eceran serta reparasi mobil dan sepeda motor sebesar Rp738,2 triliun, serta informasi dan komunikasi Rp241,2 triliun pada kuartal III-2024.
Angka tersebut meningkat dari kuartal II-2024 yang masing-masing tercatat sebesar Rp1.025,1 triliun, Rp533,3 triliun, Rp719,4 triliun, serta Rp239,8 triliun.
Menurutnya, saat ini Indonesia memang tengah mengalami pelemahan produktiviias yang berimbas pada melambatnya pertumbuhan ekonomi. Mengacu pada situasi saat ini, Riefky juga memproyeksikan bahwa ke depan, pertumbuhan ekonomi Indonesia bakal stagnan di level 5 persen.
“Prediksi LPEM UI pun juga menunjukkan bahwa kita akan stagnan di level 5 persen. Dengan realisasi seperti ini, pertumbuhan 8 persen nampaknya sulit dan tidak terlalu realistis,” ujarnya.
Hal yang sama diungkapkan oleh Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede. Ia menilai musim liburan di sekitar Natal dan Tahun Baru akan kembali mendorong permintaan dan mobilitas domestik di kuartal IV tahun ini.
Pengeluaran pemerintah juga diproyeksikan akan mencapai puncaknya pada akhir tahun, mengikuti pola pertumbuhan yang biasa terjadi dan mendapat dorongan tambahan dari pengeluaran yang terkait dengan Pemilu 2024.
Josua menjelaskan, pada kuartal IV-2024, ketidakpastian seputar kebijakan ekonomi pemerintah baru Indonesia akan mereda seiring dengan keberpihakan Prabowo pada agenda 'pro-pertumbuhan' yang semakin jelas.
"Meskipun ketidakpastian global baru-baru ini meningkat akibat sikap The Fed yang kurang dovish dan meningkatnya kemungkinan Trump memenangkan pemilihan presiden AS, jalur pemangkasan suku bunga kebijakan global, termasuk potensi penurunan BI-rate, masih diantisipasi. Perkembangan ini dapat mendorong peningkatan investasi langsung dan arus modal masuk, memberikan dukungan lebih lanjut untuk investasi sektor swasta," jelasnya.
Selain itu, langkah-langkah stimulus ekonomi yang signifikan dari China mulai memberikan manfaat bagi perekonomiannya, yang pada gilirannya dapat memberikan dukungan bagi kinerja ekspor Indonesia.
Secara domestik, Josua memproyeksikan pertumbuhan konsumsi rumah tangga akan tetap stabil didukung oleh inflasi yang relatif rendah akibat pasokan makanan yang kembali normal.
"Secara keseluruhan, kami mempertahankan ekspektasi kami untuk pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2024 untuk tetap tangguh, dengan perkiraan ekspansi sekitar 5,04 persen, sedikit turun dari 5,05 persen pada tahun 2023," imbuhnya.
Adapun, Plt. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti menyatakan bahwa lapangan usaha industri pengolahan masih jadi sumber pertumbuhan ekonomi terbesar pada kuartal III-2024.
“Jika dilihat (lapangan usaha) sebagai sumber pertumbuhan, maka pada kuartal III-2024, industri pengolahan menjadi sumber pertumbuhan terbesar, yaitu (dengan andil) sebesar 0,96 persen,” ucap Amalia Adininggar Widyasanti di Jakarta, Selasa (5/11).
Ia menyampaikan bahwa sejumlah lapangan usaha lainnya juga menjadi sumber utama pertumbuhan ekonomi, yakni konstruksi dengan andil pertumbuhan PDB sebesar 0,71%, perdagangan besar dan eceran serta reparasi mobil dan sepeda motor dengan andil 0,63%, serta informasi dan komunikasi dengan andil 0,45%.
Nilai PDB atas dasar harga berlaku lapangan usaha industri pengolahan tercatat sebesar Rp1.072,6 triliun, konstruksi sebesar Rp567,3 triliun, perdagangan besar dan eceran serta reparasi mobil dan sepeda motor sebesar Rp738,2 triliun, serta informasi dan komunikasi Rp241,2 triliun pada kuartal III-2024.
Angka tersebut meningkat dari kuartal II-2024 yang masing-masing tercatat sebesar Rp1.025,1 triliun, Rp533,3 triliun, Rp719,4 triliun, serta Rp239,8 triliun.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Rusia Perluas Pangkalan Militer di Libya, NATO Terancam dari Dua Arah
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Usut Korupsi BNPB, KPK Endus Keterlibatan Perusahaan Keluarga dan Orang Kepercayaan Suharyanto
- 10BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T








