Usai Putusan MK, Tim Menko Airlangga Godok Aturan Ketenagakerjaan

AKURAT.CO Pemerintah tengah mempersiapkan berbagai langkah penting terkait regulasi ketenagakerjaan guna menyesuaikan aturan pasca keputusan Mahkamah Konstitusi (MK).
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyampaikan bahwa hal ini merupakan tindak lanjut dari hasil diskusi dalam rapat koordinasi terbatas bersama beberapa menteri, termasuk Menteri Tenaga Kerja, yang berlangsung pada Sabtu (3/11/2024). Rapat ini, lanjutnya, adalah tindak lanjut dari retret di Magelang yang bertujuan merumuskan kebijakan konkret sesuai arahan Presiden Joko Prabowo Subianto.
“Kami didampingi oleh Menteri Perdagangan, Menteri Tenaga Kerja, Menteri ESDM, Menteri Pariwisata, Menteri Investasi, Menteri Perindustrian, dan Menteri BUMN, beserta para wakil menteri terkait,” ujar Airlangga.
Baca Juga: Menkeu Langsung Lapor ke Presiden, Airlangga: Koordinasi Tetap Berjalan
Airlangga menjelaskan bahwa salah satu fokus utama pembahasan adalah terkait keputusan MK yang mengharuskan perubahan dalam peraturan ketenagakerjaan. Pemerintah menyadari pentingnya kebijakan yang adaptif, terutama dalam hal perlindungan tenaga kerja dan peningkatan kesejahteraan pekerja di Indonesia. Oleh karena itu, Kementerian Tenaga Kerja akan segera mengusulkan regulasi baru yang sesuai dengan putusan tersebut.
“Menteri Tenaga Kerja akan segera mempersiapkan regulasi yang akan didorong,” jelas Airlangga. Selain itu, pemerintah juga menyesuaikan aturan terkait dengan pemisahan fungsi Kementerian Tenaga Kerja dan BP2MI. “Dengan adanya pemisahan ini, ada konsekuensi yang perlu disesuaikan dalam perundang-undangan ketenagakerjaan,” tambahnya.
Dalam rapat ini, pemerintah juga membahas integrasi program Siap Bekerja dan Kartu Pekerja yang ditujukan untuk memberikan kemudahan akses terhadap lapangan pekerjaan. Program ini diharapkan dapat menciptakan iklim ketenagakerjaan yang lebih kondusif serta memberikan dukungan bagi tenaga kerja yang terpengaruh oleh perubahan aturan.
Selain itu, Airlangga menyampaikan rencana revisi pada kebijakan Jaminan Kehilangan Pekerjaan serta regulasi platform kerja guna memberikan perlindungan yang lebih komprehensif. Hal ini, menurutnya, penting untuk menghadapi tantangan ekonomi yang semakin dinamis, terutama dalam sektor ketenagakerjaan informal dan platform digital.
“Program-program seperti ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing dan kesejahteraan pekerja, terutama di sektor-sektor yang berbasis padat karya,” tukas Airlangga.
Airlangga juga menyampaikan bahwa pemerintah sedang mempersiapkan peraturan pemerintah (PP) terkait devisa hasil ekspor. Langkah ini merupakan upaya untuk memaksimalkan pemasukan negara dari ekspor dan menjaga stabilitas ekonomi nasional.
"Dengan berbagai langkah ini, kami siap melaporkan hasilnya kepada Presiden dalam waktu dekat," ujar Airlangga.
Pemerintah berkomitmen untuk mempercepat proses regulasi guna menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan memberikan dampak positif bagi seluruh masyarakat Indonesia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 4Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Rusia Perluas Pangkalan Militer di Libya, NATO Terancam dari Dua Arah
- 7Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Usut Korupsi BNPB, KPK Endus Keterlibatan Perusahaan Keluarga dan Orang Kepercayaan Suharyanto
- 10BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T









