Akurat

Stimulus Fiskal China Bisa Bengkak ke CNY11 Triliun Jika Trump Menang

Demi Ermansyah | 25 Oktober 2024, 20:12 WIB
Stimulus Fiskal China Bisa Bengkak ke CNY11 Triliun Jika Trump Menang

AKURAT.CO Lembaga Ekonom Evercore ISI memprediksi apabila calon presiden dari Partai Republik, Donald Trump, memenangkan pemilihan presiden Amerika Serikat bulan depan, China dikabarkan dapat mampu merancang stimulus fiskal hingga CNY11 triliun. 

Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Utama Evercore ISI, Neo Wang, dimana dirinya menjelaskan Beijing mungkin akan meluncurkan obligasi khusus jangka panjang antara 1-2 triliun yuan untuk mengatasi dampak negatif yang mungkin muncul akibat pemerintahan Trump yang kedua.

"Oleh karena itu, Beijing dapat menerbitkan 1 triliun yuan obligasi untuk mendukung sektor perbankan dalam meningkatkan modalnya. Selain itu, pemerintah daerah dapat dinaikkan plafon utang mereka sebesar 6-8 triliun yuan melalui rencana swap selama tiga tahun," ungkapnya melalui lansiran Bloomberg.
 
Baca Juga: Stabilisasi Pasar, China Disarankan Terbitkan Obligasi CNY2 Triliun

Hal ini disampaikan sebagai bagian dari rekomendasikan agar pemerintah China mengumumkan indikator dan target inflasi yang jelas bagi bank sentral. Mereka (Otonomi China) mengusulkan agar kebijakan moneter yang kredibel diimplementasikan untuk mengarahkan ekspektasi inflasi jangka panjang di pasar. 
 
Tentunya menurut Wang, pendekatan ini mencerminkan praktik di banyak negara maju, yang menekankan pentingnya menetapkan proyeksi jangka panjang untuk mencegah terjadinya deflasi atau inflasi berlebih.

Dengan menetapkan target inflasi di level 2%, bank sentral diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan pasar dan mendukung pemulihan ekonomi secara efektif. 
 
Diharapkan melalui langkah-langkah ini, pemerintah dan bank sentral China berharap dapat menciptakan stabilitas ekonomi dan kepercayaan di tengah ketidakpastian global yang terus meningkat.
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.