Wamenkeu Thomas Ajak Pemerintah Berperan Aktif Rem Tantangan Global

AKURAT.CO Meningkatnya ketegangan geopolitik diperkirakan berdampak negatif pada pertumbuhan ekonomi global dalam beberapa tahun ke depa.Pertumbuhan ekonomi global diperkirakan hanya mencapai 2,6% pada 2024, dan sedikit meningkat menjadi 2,7% pada 2025.
Wakil Menteri Keuangan II, Thomas Djiwandono, dalam pidatonya di The 8th Annual Islamic Finance Conference (AIFC), mengatakan perkembangan ekonomi global akan tumbuh 2,6% pada tahun 2024, 2,7% pada 2025 dan 2026.
Sementara pertumbuhan ekonomi negara-negara berkembang diperkirakan mencapai 4% pada 2024 dan 2025. Namun, angka ini tetap lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya, yang mengindikasikan perlambatan signifikan. Salah satu penyebabnya adalah ketidakpastian global yang dipicu oleh konflik geopolitik yang semakin intens.
Baca Juga: Wamenkeu Thomas Optimis Pertumbuhan Ekonomi Sentuh 8 Persen di Era Prabowo
Menurut Thomas, konflik geopolitik yang semakin memanas memberikan tekanan pada berbagai negara, mempengaruhi stabilitas ekonomi global. Peran aktif pemerintah menjadi semakin penting untuk mengatasi ketidakpastian ini, karena kekuatan pasar sendiri tidak cukup untuk memecahkan masalah yang semakin kompleks.
Pemerintah harus berperan dalam menciptakan solusi yang dapat menjaga stabilitas ekonomi dan mengurangi dampak negatif ketegangan politik global terhadap pertumbuhan ekonomi. “Akibatnya, kita melihat konflik global yang lebih berat dan tekanan ekonomi antarnegara. Hal ini menunjukkan bahwa konflik internasional tidak hanya menghambat pemulihan ekonomi, tetapi juga menciptakan resiko besar bagi stabilitas ekonomi jangka panjang," kata Thomas, Kamis (3/9/2024).
Lebih lanjut, Thomas menegaskan bahwa peran aktif pemerintah menjadi semakin penting dalam menghadapi ketidakpastian ini. "Kekuatan pasar saja tidak dapat menyelesaikan semua tantangan ini. Oleh karena itu, pemerintah menjadi lebih penting dan harus memainkan peran penting dalam memecahkan dan mengurangi tantangan global ini," tegasnya.
Dengan langkah strategis yang tepat, pemerintah dapat membantu menjaga stabilitas ekonomi dan mengurangi dampak negatif ketegangan politik global terhadap pertumbuhan ekonomi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 4Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Rusia Perluas Pangkalan Militer di Libya, NATO Terancam dari Dua Arah
- 7Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Usut Korupsi BNPB, KPK Endus Keterlibatan Perusahaan Keluarga dan Orang Kepercayaan Suharyanto
- 10BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T








