Goldman Sachs dan Citigroup Kompak Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi China
Demi Ermansyah | 17 September 2024, 11:35 WIB

AKURAT.CO Goldman Sachs dan Citigroup baru-baru ini memangkas perkiraan pertumbuhan ekonomi China di tahun 2024 jadi 4,7%. Dimana hal ini terjadi setelah angka produksi industri di negara tersebut turun ke titik terendah dalam lima bulan pada Agustus 2024.
Ekonomi yang lesu di Agustus memicu kekhawatiran tentang lambatnya pemulihan China dan menyoroti kebutuhan akan stimulus tambahan untuk meningkatkan permintaan domestik.
Kondisi ini membuat beberapa lembaga keuangan global memangkas proyeksi pertumbuhan mereka hingga di bawah target pemerintah China yang sekitar 5%. Sebelumnya, Goldman Sachs memprediksi pertumbuhan 4,9% dan Citigroup 4,8%.
Kondisi ini membuat beberapa lembaga keuangan global memangkas proyeksi pertumbuhan mereka hingga di bawah target pemerintah China yang sekitar 5%. Sebelumnya, Goldman Sachs memprediksi pertumbuhan 4,9% dan Citigroup 4,8%.
Baca Juga: Aduh, Hampir Semua Sektor Ekonomi China Melesu
Data dari Biro Statistik Nasional (NBS) China menunjukkan bahwa produksi industri China hanya naik 4,5% di bulan Agustus, melambat dari 5,1% di bulan sebelumnya. Ini adalah angka pertumbuhan terendah sejak Maret.
Data dari Biro Statistik Nasional (NBS) China menunjukkan bahwa produksi industri China hanya naik 4,5% di bulan Agustus, melambat dari 5,1% di bulan sebelumnya. Ini adalah angka pertumbuhan terendah sejak Maret.
Penjualan ritel juga hanya tumbuh 2,1%, turun dari 2,7% di bulan Juli, dipengaruhi cuaca buruk dan musim liburan. Para analis semula memperkirakan penjualan akan naik 2,5%.
Goldman Sachs menilai China semakin berisiko tidak mencapai target pertumbuhan sekitar 5%, sehingga diperlukan langkah-langkah stimulus tambahan untuk meningkatkan permintaan. Mereka juga mempertahankan proyeksi pertumbuhan tahun 2025 di angka 4,3%.
Sementara itu, Citigroup memangkas proyeksi akhir 2025 menjadi 4,2% dari 4,5% karena belum terlihatnya dorongan besar untuk memicu permintaan dalam negeri. Mereka juga menekankan pentingnya kebijakan fiskal yang lebih kuat untuk mendukung pertumbuhan tepat waktu.
Goldman Sachs menilai China semakin berisiko tidak mencapai target pertumbuhan sekitar 5%, sehingga diperlukan langkah-langkah stimulus tambahan untuk meningkatkan permintaan. Mereka juga mempertahankan proyeksi pertumbuhan tahun 2025 di angka 4,3%.
Sementara itu, Citigroup memangkas proyeksi akhir 2025 menjadi 4,2% dari 4,5% karena belum terlihatnya dorongan besar untuk memicu permintaan dalam negeri. Mereka juga menekankan pentingnya kebijakan fiskal yang lebih kuat untuk mendukung pertumbuhan tepat waktu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 2Dorongan Hak Angket Ijazah Gibran Menguat, Jokowi Mulai Panik?
- 3Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 4Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 5Korlantas Polri Gelar Bakti Sosial Jumat Sedekah di TPS Rawajati Jakarta Selatan, ke Depannya Akan Dilaksanakan Rutin
- 6BCA dan BI Gelar Kompetisi QRIS di Royal Plaza Surabaya, Libatkan 475 Tenant
- 7Kalender Jawa 17 Oktober 2026: Weton Sabtu Pahing Memiliki Semangat Hidup yang Tinggi
- 8Adira Finance Perkuat Ekspansi Daerah Usai Merger Mandala, Bidik Pasar Indonesia Timur
- 9MAKI Desak KPK Cegah Nusron Wahid ke Luar Negeri
- 10Presiden Prabowo Terima Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang









