Akurat

Terus Alami Tekanan Deflasi, Ekonomi China Mati Suri?

Demi Ermansyah | 11 Juli 2024, 12:23 WIB
Terus Alami Tekanan Deflasi, Ekonomi China Mati Suri?

AKURAT.CO Indeks harga konsumen (IHK) di China mengalami kenaikan kecil pada bulan Juni, tetap mendekati nol persen untuk bulan kelima berturut-turut, menandakan tekanan deflasi yang terus menghambat pemulihan ekonomi.

Menurut laporan Badan Statistik Nasional China melalui lansiran Bloomberg, IHK naik hingga 0,2% dibandingkan tahun sebelumnya, lebih rendah dari kenaikan 0,3% pada bulan Mei dan di bawah perkiraan median sebesar 0,4%.

Lembaga tersebut menyatakan bahwa promosi besar-besaran oleh perusahaan untuk festival belanja tahunan "618" menyebabkan penurunan harga barang konsumsi seperti hiburan, peralatan rumah tangga, dan mobil pada bulan lalu.

Baca Juga: Cuaca Ekstrem Ancam Hasil Panen di China

Di mana harga di tingkat produsen (Producer Price Index/PPI) tetap berada dalam deflasi sejak akhir 2022, dengan penurunan 0,8% dibandingkan tahun sebelumnya, sesuai perkiraan ekonom, setelah turun 1,4% pada bulan Mei.

Pemulihan ekonomi China tahun ini tidak merata, dengan sektor manufaktur kadang-kadang menjadi titik terang sementara konsumsi terhambat oleh penurunan berkelanjutan di sektor properti dan pasar tenaga kerja yang lemah. Risiko deflasi ini serius, karena dapat menyebabkan penurunan harga yang terus berlanjut dan mengurangi konsumsi secara keseluruhan, yang berdampak pada bisnis.

Zhiwei Zhang selaku Kepala Ekonom di Pinpoint Asset Management, menyatakan bahwa risiko deflasi di China belum hilang dan permintaan domestik tetap lemah. Woei Chen Ho, ekonom di United Overseas Bank Ltd, mengatakan bahwa harga yang lemah meningkatkan kemungkinan China melonggarkan kebijakan moneter, termasuk penurunan suku bunga dan jumlah uang yang harus disimpan bank sebagai cadangan.

Namun, China enggan menurunkan suku bunga karena hal ini akan meningkatkan tekanan pelemahan yuan. Langkah bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed), untuk menurunkan suku bunga terlebih dahulu dapat menciptakan ruang bagi bank sentral China, People's Bank of China (PBOC), namun Gubernur The Fed Jerome Powell belum memberikan jadwal pasti untuk langkah tersebut.

Pada saat laporan, nilai yuan onshore China sedikit berubah di angka 7,2757 terhadap dolar AS, dengan imbal hasil obligasi pemerintah 10 tahun berada di sekitar 2,27%.

Indeks CSI 300 juga naik 0,1%. Investor kini menunggu pertemuan kebijakan penting Partai Komunis minggu depan untuk mendapatkan petunjuk tentang rencana jangka panjang Beijing dalam menangani berbagai masalah, sementara angka pertumbuhan kuartal kedua akan diumumkan pada Senin.

Ekonom yang disurvei oleh Bloomberg memperkirakan harga konsumen akan meningkat sebesar 0,6% tahun ini, jauh di bawah target resmi 3%.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.