Dampak Konflik Iran-Israel, Menko Airlangga: Indonesia Punya Resiliensi

AKURAT.CO Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa Indonesia tangguh dalam menghadapi tantangan ketidakpastian tambahan dalam skala global.
Dalam situasi seperti krisis di Gaza dan ketegangan antara Iran dan Israel, Hartarto menekankan bahwa Indonesia memiliki resiliensi yang kuat.
"Tetapi ini bukan gejolak ketidakpastian yang pertama karena ketidakpastian itu sudah sejak perang new realm, ditambah lagi setelah Covidnya hilang perang ini belum berakhir," kata Airlangga dalam acara Pengukuhan Pengurus DPP HIPPINDO dan Halal Bi Halal di Jakarta, Kamis (17/4/2024).
Ditambahkan, Indonesia sedang mengalami ketidakpastian tambahan dengan adanya krisis di Gaza yang belum berakhir. Ditambah lagi, ketegangan Antara Iran dan Israel.
"Tapi kami dapat menambahkan bahwa Indonesia punya resiliensi,” tambahnya.
Dalam menghadapi pergerakan harga komoditi yang tinggi dan ketidakpastian akibat Covid-19, Indonesia telah menyiapkan mekanisme respons yang tepat.
"Pergerakan harga komoditi dan ketidakpastian ditambah Covid itu sangat tinggi. Nah tentu Indonesia punya mekanisme untuk merespons itu," jelasnya.
Selanjutnya, ia juga menyoroti kinerja ekonomi Indonesia yang relatif baik, dengan pertumbuhan ekonomi yang stabil, inflasi terkendali, dan neraca perdagangan serta cadangan devisa yang positif.
"Nah, kita lihat pertumbuhan ekonomi kita relatif baik serta, inflasi juga dijaga. Dan juga kita melihat neraca perdagangan positif cadangan devisa positif kemudian," paparnya.
Dalam menghadapi tantangan impor produk konsumtif, Airlangga mendorong untuk lebih banyak mengonsumsi produk dalam negeri.
"Tentu saya berharap bahwa impornya dalam situasi seperti sekarang bukan impor produk produk konsumtif. Gunakan di dalam negeri sehingga tentu kita maju," ujarnya.
Sementara itu, dalam menanggapi kebutuhan akan tenaga kerja dan pentingnya sektor ekonomi dalam negeri dan ia menekankan pentingnya meningkatkan produksi dalam negeri.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










