Lelang 7 Seri SUN Pemerintah Oversubscribe 1,35 Kali

AKURAT.CO Pemerintah berhasil menghimpun dana sebesar Rp22,6 triliun melalui lelang tujuh seri Surat Utang Negara (SUN) pada Selasa (26/3/2024), dengan total penawaran yang masuk mencapai Rp32,34 triliun.
Dengan demikian, lelang kali ini kelebihan permintaan atau oversubscribe 1,35 kali.
Melalui sistem lelang Bank Indonesia (BI), seri yang dilelang termasuk SPN12240628, SPN12250314, FR0101, FR0100, FR0098, FR0097, dan FR0102.
Seri FR0101 berhasil memperoleh penawaran tertinggi sebesar Rp8,37 triliun dan berhasil dimenangkan sebesar Rp7,1 triliun, dengan imbal hasil rata-rata tertimbang sebesar 6,56989%.
Sementara seri FR0102 menerima penawaran sebesar Rp6,05 triliun dan berhasil dimenangkan sebesar Rp4,66 triliun, dengan imbal hasil rata-rata tertimbang sebesar 6,95983%.
Baca Juga: Tawaran Lelang 7 Seri Surat Utang Negara (SUN) Tembus Rp52,6 T, Oversubscribe 2,19 Kali
Direktur Surat Utang Negara DJPPR Kemenkeu, Deni Ridwan mengatakan hasil lelang Surat Utang Negara (SUN) ini menegaskan kondisi pasar keuangan domestik yang solid.
Meskipun lebih rendah dari lelang sebelumnya, total penawaran yang masuk mencapai Rp32,34 triliun, melampaui target indikatif yang telah diumumkan sebanyak 1,35 kali lipat.
"Hasil lelang SUN hari ini mencerminkan kondisi pasar keuangan domestik yang solid. Meskipun lebih rendah dari lelang sebelumnya, jumlah incoming bids mencapai Rp32,34 triliun, 1,35 kali lebih tinggi dari target indikatif yang telah diumumkan," kata Deni dalam keterangan tertulis, Rabu (27/3/2024).
Kemudian, ia juga menyoroti penurunan incoming bids dari perbankan sebagai antisipasi peningkatan kebutuhan dana tunai oleh masyarakat menjelang hari raya lebaran.
"Keputusan Bank Indonesia untuk mempertahankan suku bunga acuan pada level 6 persen juga mempengaruhi hasil lelang, seiring dengan solidnya kinerja APBN hingga 15 Maret 2024, yang mencatat surplus sebesar Rp22,8 triliun," jelasnya.
SUN dengan tenor 5 dan 10 tahun tetap menarik bagi investor, dengan masing-masing mencapai 43,34% dan 53,54% dari total incoming bids dan awarded bids. Investor asing juga berpartisipasi dengan incoming bids mencapai Rp2,94 triliun, terutama pada SUN tenor 5 tahun.
Volatilitas pasar keuangan dalam dua pekan terakhir memberikan tekanan pada tingkat imbal hasil (yield) SBN. Weighted Average Yield (WAY) obligasi negara pada lelang SUN hari ini naik antara 2 sampai 8 bps dibandingkan dengan lelang sebelumnya.
Pemerintah memutuskan untuk memenangkan penawaran sebesar Rp22,6 triliun pada lelang SUN hari ini dengan mempertimbangkan yield SBN yang wajar di pasar sekunder, rencana kebutuhan pembiayaan tahun 2024, dan kondisi kas negara terkini.
Sesuai dengan kalender penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) tahun 2024, lelang penerbitan SUN selanjutnya akan dilaksanakan pada tanggal 30 April 2024.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Rusia Perluas Pangkalan Militer di Libya, NATO Terancam dari Dua Arah
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 10Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu








