Ekonom: Ekspektasi Pasar Terkait Suku Bunga Acuan Fed Berkisar di Antara 5,25-5,5 Persen

AKURAT.CO Gubernur The Fed atau Bank Sentral AS tengah mengadakan pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) pada 19-20 Maret 2024, di manapasar global memusatkan perhatiannya pada langkah-langkah selanjutnya yang akan diambil oleh Federal Reserve (The Fed) AS.
Chief Economist PermataBank, Josua Pardede menilai kemungkinan suku bunga acuan atau Fed Funds Rate bakal di pertahankan di kisaran 5,25-5,5%.
"Ekspektasi pasar terkait suku bunga acuan Fed Funds Rate (FFR) berkisar di antara 5,25-5,5 persen ungkap Josua kepada Akurat.co, Rabu (20/3/2023).
Baca Juga: Hari Pertama FOMC, Rupiah Turun Lagi 27 Poin ke Rp15.717
Namun menurutnya ketertarikan utama ada pada sinyal-sinyal terkait waktu dan laju potensial penurunan suku bunga FFR yang diantisipasi akan terjadi dalam tahun ini.
Pelaku pasar juga menantikan proyeksi ekonomi terbaru untuk mengukur apakah kekhawatiran mengenai 'kenaikan suku bunga' masih relevan.
"Indikator-indikator ekonomi AS menunjukkan adanya pelemahan di pasar tenaga kerja. Namun demikian, ada kenaikan tak terduga pada tingkat inflasi konsumen dan produsen di bulan Februari," ujar Josua.
Hal ini mengindikasikan perlambatan dalam proses disinflasi di AS, yang kemungkinan mengurangi kemungkinan penurunan suku bunga kebijakan dalam waktu dekat.
Namun, perkembangan ini berdampak negatif pada pasar keuangan global, menyebabkan sentimen risk-off yang meningkat dan pelemahan Rupiah.
Sejalan dengan ini, Josua memprediksi Bank Indonesia akan mempertahankan BI-Rate di level 6% pada Rapat Dewan Gubernur (RDB) bulan Maret 2024 demi menjaga stabilitas.
Faktor-faktor seperti kenaikan inflasi harga yang bergejolak dan penurunan surplus perdagangan membatasi potensi penurunan BI-Rate lebih awal.
Meskipun demikian, penilaian terbaru dari sisi global dan domestik menunjukkan bahwa ruang penurunan suku bunga BI-Rate pada semester kedua tahun 2024 tetap terbuka.
Pendekatan yang berhati-hati dari The Fed terhadap penurunan suku bunga di tahun 2024, bersamaan dengan tekanan inflasi domestik yang masih ada di paruh pertama tahun ini akibat El-Nino, mendukung potensi Bank Indonesia yang mempertahankan suku bunga BI-Rate pada semester I-2024.
"Secara keseluruhan kami memproyeksikan BI-Rate akan turun sebesar 50bps menjadi 5,5 persen pada akhir tahun 2024, sejalan dengan dinamika ekonomi global dan domestik yang terus dipantau," ujar Josua.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Digempur Bertubi-tubi oleh Iran dan Kehabisan Amunisi, Tentara AS Tinggalkan Camp Buehring di Kuwait
- 2Setelah Timnas Indonesia yang Semakin 'Belanda' Juara, Masih Pantaskah Mempersoalkan Naturalisasi?
- 3Jadwal Persib Hari Ini vs Port FC, Cek Jam Tayang dan Live Streaming
- 4Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 5Tak Perlu Pansus atau Hak Angket untuk Kasus Ijazah Gibran? Ini Kata Komisi II DPR
- 6Bertarung di Korea Selatan Hingga Thailand, Klub Indonesia Tunjukkan Daya Saing di Asia
- 7John Herdman Terkejut dengan Standar Ekspektasi, Sebut Suporter Berharap Timnas Indonesia seperti Brasil
- 8Gratis! Pekan Antariksa Dunia 2026 di Indonesia, Cek Lokasi dan Cara Daftarnya
- 9Indonesia dan Mesir Tegaskan Solusi Dua Negara Kunci Perdamaian Palestina
- 10Prabowo Dukung Mesir Amankan Hak Air di Sungai Nil: Indonesia Prihatin Atas Upaya Pelanggaran Hukum Internasional








