Inflasi Argentina Melambat ke 13,2 Persen di Februari 2024

AKURAT.CO Inflasi Argentina melambat di bawah ekspektasi pada bulan Februari, mencapai 13,2%, memberikan dorongan kepada Presiden libertarian Javier Milei yang mendorong penghematan untuk menekan lonjakan harga di negara dengan inflasi tertinggi di dunia.
Dilansir Reuters, meskipun inflasi melambat dibanding bulan Januari dan Desember, yang masing-masing mencapai 20,6% dan 25,5%, inflasi Februari 2024 Argentina tergolong masih tinggi.
Analis memperkirakan inflasi bulan Februari sekitar 15%. Namun capaian inflasi ini memperkuat posisi Argentina sebagai negara dengan inflasi terburuk, yang merosotkan daya beli masyarakat dan meningkatkan kemiskinan.
Baca Juga: Krisis Ekonomi Argentina Buat Masyarakat Terdampak Signifikan
Kemudian, salah satu pembeli seperti Ines Ambrosini mengalami dampak parah dari kenaikan harga makanan, yang semuanya membutuhkan banyak uang, mulai dari makanan hingga produk susu.
"Dampak dari harga makanan sangat parah. Semuanya membutuhkan banyak uang, makanan, buah-buahan, sayur-sayuran, daging, produk susu," kata Ines Ambrosini, pria berusia 62 tahun yang berbelanja di pasar grosir untuk mendapatkan penawaran, dikutip dari Reuters pada Rabu (13/3/2024).
Selanjutnya, Milei, yang berusaha melawan krisis ekonomi, telah menerapkan langkah-langkah keras untuk memerangi inflasi, termasuk pemotongan belanja negara dan upaya untuk menyederhanakan program kesejahteraan.
Namun, devaluasi peso pada bulan Desember menyebabkan harga-harga melonjak, mendorong pemerintah untuk menunjukkan hasil dari rencana ekonominya dengan cepat untuk mempertahankan dukungan masyarakat dan mencegah kerusuhan.
Penjual seperti Sandra Boluch melihat penurunan penjualan dan peningkatan orang yang memulung barang-barang, dengan kemungkinan kemiskinan mencapai angka 60% dan kemiskinan anak bahkan bisa mencapai 70% pada kuartal pertama tahun ini, menurut laporan UNICEF.
“Kami memiliki beberapa wadah di belakang tempat sampah dibuang dan ketika Anda membawa sebuah kotak, Anda melihat 20 orang mendatangi Anda untuk melihat apa yang bisa mereka bawa sebagai sepiring makanan ke meja mereka,” kata Boluch.
Perlambatan inflasi bulan Februari dianggap sebagai hasil dari upaya pemerintah untuk menerapkan "disiplin fiskal yang kuat", dengan bank sentral memangkas suku bunga menjadi 80%.
Namun, Presiden Milei telah memberi isyarat bahwa bulan Maret bisa menjadi "rumit", dengan indikasi perekonomian yang suram, termasuk penurunan penjualan, aktivitas, dan produksi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 4Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Rusia Perluas Pangkalan Militer di Libya, NATO Terancam dari Dua Arah
- 7Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Usut Korupsi BNPB, KPK Endus Keterlibatan Perusahaan Keluarga dan Orang Kepercayaan Suharyanto
- 10BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T








