Anggaran Makan Siang Gratis untuk Pelajar dari Cukai Rokok?

AKURAT.CO Direktur Kelompok Kerja Transisi Indonesia (Indonesia Transition Working Group), Salamuddin Daeng tak sependapat dengan pandangan beberapa kelompok sosial yang telah menuduh bahwa kebiasaan merokok berkontribusi terhadap kemiskinan atau kekurangan gizi di kalangan masyarakat rentan di Indonesia.
Menurutnya, pasar rokok yang besar justru menjanjikan potensi ekonomi dan pendapatan negara yang signifikan.
"Dengan pasar rokok yang cukup besar ini, tentu menjanjikan bagi ekonomi dan pendapatan negara. Faktanya memang pendapatan negara dalam bentuk cukai rokok luar biasa besar. Setiap batang rokok dikenakan cukai rata rata 40 persen. Jika harga rokok per batang adalah 1.000 rupiah maka setiap maka negara mendapatkan bagian 400 rupiah," katanya dalam keterangan tertulis, Selasa (5/3/2024).
Baca Juga: Simulasi Makan Siang Gratis, Dedi Mulyadi Usul Anggaran Diberikan ke Orang Tua
Menurutnya, penerimaan negara dari cukai rokok sangat besar atau gabungan dana bagi hasil migas dan royalti sumber daya alam.
Penulis buku 'Kriminalisasi Berujung Monopoli' itu mengungkapkan, realisasi penerimaan negara dari cukai rokok sepanjang 2023 turun 2,35% year-on-year (yoy) menjadi hanya Rp213,48 triliun dibandingkan dengan periode sebelumnya. Namun ia percaya bahwa penerimaan negara dari cukai rokok masih memiliki potensi untuk meningkat lebih lanjut.
"Biar menarik, bandingkan dengan pendapatan negara dari bagi hasil migas. Sebagaimana dikatakan Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM Tutuka Ariadji, bahwa raihan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang berasal dari Ditjen Migas mampu melebihi dari target yang dipatok pada tahun 2023 lalu, realisasi PNBP Migas tercatat sebesar Rp117 triliun dari target Rp103,6 triliun," Salamuddin.
Selain itu, Salamuddin juga menyatakan bahwa masalah terbesar yang sering dijadikan alat propaganda untuk melarang merokok adalah bahwa rokok menyebabkan kemiskinan.
"Jika ini terus diperbaiki, apalagi dengan era digitalisasi sekarang, penerimaan cukai rokok bisa dua kali lipat dari sekarang," tegasnya.
Dia juga mengajak para petani untuk menanam lebih banyak tembakau, mengingat bahwa jenis tembakau terbaik tumbuh di Indonesia.
"Karena itu, dana hasil perdagangan tembakau untuk makan gratis bagi pelajar dan perbaikan gizi ibu hamil serta balita," tandasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








