Akurat

Beda Nasib dengan China, Ekonomi AS Malah Tumbuh di Atas Ekspektasi

M. Rahman | 26 Januari 2024, 21:29 WIB
Beda Nasib dengan China, Ekonomi AS Malah Tumbuh di Atas Ekspektasi

AKURAT.CO Pertumbuhan ekonomi AS kuartal IV-2023 mencapai 3,3% secara tahunan, melampaui ekspektasi banyak pihak.

Para ekonom yang disurvei oleh Bloomberg sebelumnya menaksir ekonomi AS tumbuh pada laju tahunan sebesar 2% selama periode tersebut.

Angka ini lebih rendah dari PDB kuartal ketiga, yang direvisi turun menjadi 4,9%. Untuk tahun ini, ekonomi AS tumbuh pada tingkat tahunan sebesar 2,5%, naik dari 1,9% pada tahun 2022.

Baca Juga: Pertumbuhan Ekonomi AS Kuartal III-2023 Tembus 5,2 Persen, The Fed Segera Turunkan Suku Bunga?

Rilis PDB AS menyoroti ketahanan konsumen AS meskipun ada kekhawatiran perlambatan yang sedang berlangsung.

Ini adalah yang terbaru dari serangkaian rilis data ekonomi yang menunjukkan ekonomi AS mengakhiri tahun 2023 dengan dasar yang kuat.

"Investor kemudian mencermati untuk melihat apakah Fed dapat mencapai pendaratan lunak yang dibanggakan, di mana inflasi kembali ke target 2 persen tanpa penurunan ekonomi yang parah," tulis Yahoo Finance dikutip Jumat (26/1/2024).

Output ekonomi mencapai level tertinggi dalam tujuh bulan di bulan Januari, menurut rilis S&P Flash PMI terbaru.

Angka penjualan ritel di bulan Desember lebih tinggi dari yang diharapkan.

Dan pasar tenaga kerja belum menunjukkan tanda-tanda pendinginan yang parah, dengan pembacaan terbaru klaim pengangguran mingguan mencapai level terendah sejak September 2022.

Kabar ekonomi AS yg tumbuh mengejutkan di atas ekspektasi datang usai China, ekonomi terbesar kedua di dunia mencatatkan pertumbuhan PDB sebesar 5,2% (year on year/yoy) pada kuartal IV-2023.

Secara nominal, Produk Domestik Bruto (PDB) China berada di angka CNY 126 triliun atau sekitar Rp276 ribu triliun.

Angka ini muncul seiring PDB kuartal keempat yang sedikit di bawah ekspektasi. PDB selama tiga bulan terakhir tahun 2023 naik hanya 5,2%. Angka tersebut di bawah perkiraan jajak pendapat Reuters di level 5,3%. 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
Reporter
M. Rahman
Yosi Winosa