Neraca Dagang November 2023 Surplus 43 Bulan Beruntun, Capai USD2,41 M

AKURAT.CO Neraca perdagangan RI tercatat surplus USD2,41 miliar di November 2023, melambat 30,4% secara bulanan dan 52,5% secara tahunan, berdasarkan Berita Resmi Statistik atau BRS BPS.
Surplus neraca perdagangan RI November 2023 terdiri dari surplus neraca nonmigas USD4,62 miliar dan defisit neraca migas USD2,21 miliar, serta merupakan surplus dagang RI 43 bulan secara beruntun.
Adapun secara kumulatif, surplus perdagangan Januari - November 2023 mencapai USD33,63 miliar, susut 33,4% dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar USD50,54 miliar.
"Neraca perdagangan kembali surplus selama 43 bulan berturut-turut meskipun lebih rendah dari bulan yang sama tahun lalu," tulis BRS dikutip Jumat (15/12/2023).
Dari sisi mitra dagang, tercatat 3 negara penyumpang surplus dagang terbesar di November 2023 yakni India (USD1,54 miliar), AS (USD1,24 miliar) dan Filipina (USD796,3 juta).
Sementara 3 negara penyumbang defisit dagang terbesar di November 2023 yakni Australia (USD455,6 juta), Brazil (USD373,3 juta) dan Thailand (USD342,9 juta).
Pada November 2023, ekspor Indonesia mencapai USD22 miliar atau turun 0,67% dibanding ekspor Oktober 2023. Dibanding November 2022, nilai ekspor turun sebesar 8,56%
Penyumbang utama penurunan nilai ekspor secara bulanan adalah besi dan baja, nikel dan barang daripadanya, dan ampas dan sisa industri makanan. Sementara itu, penurunan nilai ekspor secara tahunan utamanya disumbang oleh bahan bakar mineral, lemak dan minyak hewan/nabati, dan pulp dari kayu.
Sebaliknya, impor November 2023 mencapai USS19,59 miliar, naik 4,89% dibandingkan Oktober 2023 atau naik 3,29% dibandingkan November 2022.P
Penyumbang utama peningkatan nilai impor secara bulanan adalah besi dan baja, ampas dan sisa industri makanan, dan pupuk.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










