Rupiah Turun 39 Poin ke Rp15.660 Usai Rilis Data Inflasi CPI AS yang Melambat

AKURAT.CO Rupiah ditutup melemah 39 poin ke Rp15.660 pada perdagangan Rabu, 13 Desember 2023 usai rilis data inflasi AS November 2023 yang melambat ke 3,1% secara tahunan.
Pengamat Pasar Uang dan Direktur PT Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuaibi mengatakan rupiah ditekan sentimen eksternal dan internal.
Dari eksternal, pasar tetap yakin bahwa Fed akan mempertahankan suku bunga tidak berubah pada hari keputusan yang akan diambil malam nanti pukul 02.00 WIB. Saat ini suku bunga acuan the Fed atau FFR berada di level 5.,25%-5,5%, atau tepatnya 5,33%.
Banyak pihak memprediksi FFR akan dipertahan di level yang sama. Namun pasar tenaga kerja yang kuat dan angka inflasi yang tidak stabil menimbulkan ketidakpastian mengenai prospek bank sentral pada tahun 2024.
Nonfarm payrolls meningkat lebih dari perkiraan pada bulan November, sementara inflasi konsumen meningkat dan tetap jauh di atas target tahunan The Fed sebesar 2%. Para pedagang terlihat mengurangi pertaruhan terhadap penurunan suku bunga pada bulan Maret, di tengah meningkatnya kekhawatiran bahwa Ketua Fed Jerome Powell dapat mengulangi retorika bank yang lebih tinggi untuk jangka waktu yang lebih lama.
Baca Juga: Jelang Rilis Data Inflasi CPI AS, Rupiah Naik Tipis 2 Poin ke Rp15.621
"Setiap sinyal hawkish dari The Fed kemungkinan akan memicu penurunan tajam aset-aset yang didorong oleh risiko, yang telah meningkat tajam selama sebulan terakhir di tengah optimisme terhadap poros The Fed. Harga dana berjangka Fed menunjukkan peluang 43 persen penurunan suku bunga pada bulan Maret, turun tajam dari 60 persen yang diperkirakan pada minggu lalu," kata Ibrahim dikutip Rabu (13/12/2023).
Di Asia, tanda-tanda memburuknya disinflasi di China menyebabkan impor komoditas mencatat kerugian besar pada minggu ini, karena pasar khawatir bahwa memburuknya kondisi ekonomi terbesar di dunia ini akan mengurangi permintaan.
Meskipun para pejabat China menjanjikan langkah-langkah stimulus yang lebih besar untuk mendukung pertumbuhan, harga komoditas dan pasar yang lebih luas tidak terlalu terpengaruh oleh komentar mereka, mengingat bahwa Beijing telah banyak menunda langkah-langkah yang lebih mendukung pada tahun ini.
Sentimen Internal Rupiah
Dari internal, pasar terus memantau komentar-komentar dari para ekonom, yang terus memberikan komentar positif tentang pertumbuhan ekonomi di tahun 2024. Sedangkan pertumbuhan ekonomi Indonesia diprediksi lebih lambat pada tahun politik 2024, akan berada di kisaran 4,9-5% dibandingkan tahun ini yang diprediksi 5%. Salah satu penyebabnya karena tahun depan ada Pemilu yang membuat semua pihak berhati-hati hingga berbagai kondisi negara maju yang masih mengalami kontraksi.
Sebagai contoh, krisis properti di China yang dinilai berpengaruh langsung dan tidak langsung terhadap perekonomian global dan Indonesia. China merupakan mitra dagang terbesar Indonesia. Kemudian China juga merupakan negara dengan penyumbang pertumbuhan ekonomi di dunia. Sedangkan China menyumbang perekonomian dunia dalam 10 tahun terakhir kurang lebih 41%. Jauh lebih besar dari Amerika Serikat (AS) 22% dan Eropa hanya 9%.
Selain itu, yang berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun depan adalah harga komoditas yang melemah, seperti harga minyak mentah, minyak kelapa sawit, batu bara, hingga logam dasar. Kemudian, konsumsi domestik diperkirakan melemah karena upah yang belum naik signifikan. Hal ini membuat kalangan menengah bawah akan menahan konsumsi, tercermin dengan menurunnya penjualan kendaraan bermotor dan rumah.
Lalu, inflasi umum diprediksi turun pada 2024. Inflasi tahun depan diprediksi di angka 2,5-3%. Namun, yang menjadi masalah adalah kenaikan harga pangan yang menyebabkan inflasi pangan akan lebih tingggi. Konsumsi rumah tangga stabil akan cenderung melemah, investasi relatif stabil karena perlambatan karena faktor tahun politik diredam dengan kebijakan hilirisasi, ekspor melemah karena surplusnya menipis, belanja pemerintah menguat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 4Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 5Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 6Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 7Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 8Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 9BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T
- 10KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT BNPB, Adik hingga Orang Kepercayaan Suharyanto Terjerat








