Geger! Kapal Pesiar Diduga Milik Vladimir Putin Disita Italia

AKURAT.CO, Kementerian Keuangan Italia mengatakan dari penyelidikan ditemukan ada hubungan ekonomi dan bisnis yang signifikan antara pemilik kapal pesiar dengan pemerintah Rusia, serta dengan orang-orang yang menjadi sasaran sanksi atas pencaplokan Krimea oleh Moskow pada 2014 lalu.
Italia tidak menyebut nama Vladimir Putin, tetapi berbagai laporan mengaitkan pemimpin Rusia itu dengan kapal tersebut. Dalam sebuah pernyataan, Kementerian Keuangan mengatakan kepemilikan kapal pesiar ini telah lama berada di bawah perhatian pihak berwenang.
Kapal Superyacht Scheherazade berbendera Pulau Cayman ini panjangnya nyaris 460 kaki. Saat ini kapal itu ditambatkan di Marina di Carrara.
Mengutip CNBC, Sabtu (7/5/2022), upaya menyita kapal-kapal mewah ini datang ketika Barat mengintensifkan upaya untuk melacak, mengidentifikasi, dan menyita aset di seluruh dunia milik Rusia.
Pada Maret lalu, pemerintahan Amerika Serikat (AS) mengumumkan satuan tugas baru yang dijuluki KleptoCapture untuk menegakkan sanksi AS dan sekutu kepada para elit Rusia yang telah membantu membiayai perang tak beralasan Putin di Ukraina.
Diketahui penyitaan kapal ini juga dilakukan pihak berwenang Fiji yang menyita superyacht senilai USD 300 juta atau setara Rp4,29 triliun (kurs Rp14.300) milik oligarki Rusia, Suleiman Kerimov.
Kapal pesiar ini panjangnya hampir 350 kaki dan memiliki tata letak interior yang dapat menampung hingga 16 tamu di delapan kabin. Selain itu, kapal ini juga memiliki helipad.
Pada bulan lalu, pihak berwenang Jerman mengatakan telah menyita superyacht terbesar di dunia. Kapal itu memiliki hubungan dengan miliarder Rusia dan taipan bisnis, Alisher Usmanov.
Kapal pesiar Dilbar diambil dari nama ibu Usmanov, panjangnya lebih dari 500 kaki dan dilengkapi dengan dua helipad dan kolam renang dalam ruangan terbesar yang pernah ada di kapal pribadi.
Departemen Keuangan memperkirakan kapal pesiar Usmanov bernilai sekitar US$735 juta atau Rp10,5 triliun.
Sekadar informasi, sebelumnya unit perdagangan minyak asal Tiongkok, PetroChina yang juga merupakan dari perusahaan minyak milik negara China National Petroleum Corp memastikan bahwa pihaknya akan berencana untuk meningkatkan sumber eksplorasi lepas laut karena harga minyak yang mulai tinggi.
Hal ini mulai menandakan bahwa realitas penawaran dan permintaan akan minyak masih dipenuhi dengan tidak adanya kepastian serta rincian yang lebih spesifik mengenai harga minyak dunia saat ini.
PetroChina adalah satu-satunya dari tiga raksasa minyak milik negara China yang menurunkan anggaran belanja modalnya untuk tahun ini. Atas dasae tersebut, sudah dipastikan PetroChina tidak akan membeli minyak mentah yang telah di diskon oleh Rusia.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini





