OSL Indonesia Hadirkan Launchpool Solana dengan Total Reward Rp100 Juta

AKURAT.CO OSL Indonesia meluncurkan program Launchpool terbaru dengan menghadirkan Solana (SOL) sebagai aset reward.
Melalui program ini, pengguna dapat mengalokasikan USDGO ke dalam pool yang tersedia untuk memperoleh reward SOL dengan total nilai mencapai Rp100 juta.
Program yang berlangsung pada 9–30 Oktober 2026 ini ditujukan bagi pengguna baru, pengguna lama, hingga anggota OSL Elite.
Setiap kategori pool memiliki ketentuan alokasi minimum, maksimum, dan reward yang berbeda.
OSL Indonesia menyebut peluncuran Launchpool Solana sebagai bentuk apresiasi kepada investor aset kripto di Indonesia sekaligus upaya memperluas akses pengguna terhadap peluang di ekosistem aset digital.
Solana merupakan jaringan blockchain Layer 1 yang dirancang untuk mendukung aplikasi terdesentralisasi dengan kecepatan transaksi tinggi dan biaya transaksi relatif rendah.
Sementara itu, SOL merupakan token asli jaringan Solana yang digunakan, antara lain, untuk membayar biaya transaksi.
Melalui program Launchpool, pengguna berkesempatan memperoleh reward berupa SOL dengan mengalokasikan USDGO sesuai ketentuan masing-masing pool.
Program ini menjadi salah satu upaya OSL Indonesia menghadirkan mekanisme reward berbasis alokasi aset digital.
Baca Juga: Goodie Bag Alfamart Run 2026 Tembus 50 Kg, Peserta Bawa Pulang Koper Jumbo
OSL Indonesia menyatakan pengembangan produk tersebut dilakukan dengan mengedepankan keamanan, transparansi, dan kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku.
Perusahaan juga berupaya menghadirkan layanan yang menghubungkan pengguna lokal dengan perkembangan teknologi blockchain dan aset digital global.
Sebagai platform perdagangan aset digital yang beroperasi di Indonesia, OSL Indonesia menyatakan berkomitmen mengembangkan layanan sesuai standar kepatuhan yang relevan bagi pasar domestik.
Ke depan, OSL Indonesia berupaya menghadirkan inovasi yang memungkinkan pengguna memahami dan berpartisipasi dalam ekosistem aset digital melalui berbagai produk dan program.
Meski demikian, aset kripto memiliki risiko tinggi, termasuk fluktuasi harga, potensi kehilangan modal, risiko likuiditas dan teknologi, serta perubahan regulasi.
Pengguna perlu memahami karakteristik aset yang digunakan, melakukan riset mandiri (Do Your Own Research/DYOR), dan mempertimbangkan profil risiko serta kondisi keuangan sebelum mengambil keputusan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 3Cara Login dan Mengisi Aplikasi Sahabat KBC Kemenag untuk Guru dan Murid
- 4Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Dorongan Hak Angket Ijazah Gibran Menguat, Jokowi Mulai Panik?
- 7Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 8Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 9MAKI Desak KPK Cegah Nusron Wahid ke Luar Negeri
- 10Presiden Prabowo Terima Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang







