Akurat Logo

Financial Freedom di Tengah Inflasi, Apakah Realistis Dicapai ?

Tim Redaksi | 14 Oktober 2026, 06:15 WIB
Financial Freedom di Tengah Inflasi, Apakah Realistis Dicapai ?
Ilustrasi Financial Freedom di tengah inflasi. (Gemini Google)

AKURAT.CO - Financial freedom sering digambarkan sebagai kondisi ketika seseorang memiliki sumber daya finansial yang cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup tanpa terlalu bergantung pada pendapatan aktif.

Namun, ketika harga kebutuhan terus meningkat, pertanyaan yang muncul menjadi cukup relevan: apakah financial freedom masih realistis dicapai di tengah inflasi?

Jawabannya tidak sesederhana ya atau tidak. Inflasi memang dapat mengurangi daya beli, tetapi dampaknya tetap dapat dikelola melalui perencanaan keuangan yang lebih disiplin, pengelolaan aset, dan penyesuaian strategi terhadap perubahan kondisi ekonomi.

Apa yang Terjadi Ketika Inflasi Naik?

Inflasi merupakan kondisi ketika harga barang dan jasa secara umum meningkat dalam periode tertentu.

Dampaknya paling mudah terlihat dari daya beli. Dengan jumlah uang yang sama, barang atau jasa yang dapat dibeli menjadi lebih sedikit dibandingkan sebelumnya.

Karena itu, memahami Apa itu Inflasi? penting sebelum menentukan target finansial jangka panjang.

Sebagai contoh, biaya kebutuhan sehari-hari, pendidikan, transportasi, hingga tempat tinggal dapat meningkat dari tahun ke tahun. Jika pendapatan dan nilai aset tidak berkembang dengan kecepatan yang sebanding, kemampuan finansial seseorang dapat ikut tergerus.

Inflasi juga membuat target keuangan yang sebelumnya terasa cukup menjadi perlu dihitung ulang.

Financial Freedom Bukan Sekadar Punya Banyak Uang

Financial freedom tidak selalu berarti berhenti bekerja atau memiliki kekayaan dalam jumlah sangat besar.

Konsep ini lebih berkaitan dengan kemampuan seseorang untuk memenuhi kebutuhan finansial tanpa tekanan berlebihan.

Beberapa indikatornya dapat berupa:

  • memiliki dana darurat yang memadai;

  • utang berada pada tingkat yang terkendali;

  • memiliki tabungan dan investasi;

  • memiliki sumber pendapatan selain gaji;

  • mampu memenuhi kebutuhan tanpa terus mengalami defisit.

Artinya, financial freedom bersifat relatif dan dapat berbeda bagi setiap orang.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

T
Reporter
Tim Redaksi
A