FEB UIN Jakarta Gelar Konferensi Keuangan Islam ASEAN ke-14

AKURAT.CO Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Negeri (FEB UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta bersiap menggelar The 14th ASEAN Universities International Conference on Islamic Finance (AICIF 2026).
Konferensi internasional tahunan tersebut akan berlangsung pada 13–15 Oktober 2026 di Swiss-Belhotel, Serpong, Tangerang Selatan.
Dekan FEB UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Dr. Ibnu Qizam, M.Si., Ak., CA, mengatakan AICIF 2026 mengusung tema “Islamic Finance in the Contemporary Global Economy: Innovation, Stability, and Sustainability”.
Menurutnya, konferensi tersebut menjadi ajang strategis bagi akademisi, peneliti, dan praktisi di kawasan ASEAN untuk memperkuat kolaborasi riset serta memperluas jaringan dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah.
“Konferensi ini dirancang untuk merespons berbagai dinamika global. Wacana yang diangkat mencakup isu-isu krusial, seperti optimalisasi wakaf pendidikan, penguatan koperasi berbasis syariah, hingga peranan teknologi finansial (fintech) syariah dalam mendorong inklusi ekonomi,” ujar Ibnu Qizam dalam keterangan tertulis, Jumat (9/10/2026).
Konferensi internasional ini diketuai Rahmawati, S.E., M.M., Ph.D., dengan Sekretariat International Council of Islamic Finance Educators (ICIFE).
Pembukaan konferensi dijadwalkan dihadiri Menteri Agama Republik Indonesia Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, M.A., serta Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Prof. Asep Saepudin Jahar, Ph.D.
Selain pakar dari dalam negeri, AICIF 2026 turut menghadirkan narasumber dari sejumlah negara, seperti Amerika Serikat, Filipina, Malaysia, dan Brunei Darussalam.
“Rangkaian diskusi juga menghadirkan sejumlah pakar ekonomi Islam ternama di tingkat internasional sebagai pemateri utama (keynote speakers). Antara lain Prof. Dr. M. Kabir Hassan, Ph.D., Prof. Dr. Noraini Mohd Ariffin, Prof. M. Ishaq Bhatti, Ph.D., serta Mr. Alex Sofjan Noor,” kata Ibnu Qizam.
Untuk membedah kompleksitas industri keuangan Islam modern, panitia menetapkan tujuh subtema utama yang akan dibahas, yakni:
Digitalisasi dan Teknologi Keuangan (Fintech)
Tata Kelola, Regulasi, dan Etika
Ekonomi Hijau dan Keuangan Berkelanjutan
Keuangan Sosial Islam dan Pertumbuhan Inklusif
Transformasi Global dan Studi Perbandingan
Masa Depan Pendidikan dan Penelitian Keuangan Islam
Laporan Pengembangan Ekosistem Ekonomi Halal
Ibnu mengatakan seluruh naskah ilmiah yang lolos seleksi akan diterbitkan dalam prosiding konferensi ber-ISBN.
Baca Juga: OKX Dapat Investasi Strategis, Valuasi Capai USD25 Miliar
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Dulu Minta Gibran Diganti, Kini Syahganda Bilang Sikapnya Berubah: Sekarang Saya di Pemerintahan
- 2Pengurus PCNU Serahkan Bukti dan Kembalikan Uang Risywah Muktamar ke KPK
- 3Jokowi Muncul di Kertanegara, Prabowo Pergi Tak Lama Setelah Pertemuan
- 4Daftar 26 Produk Indonesia yang Disebut Diboikot di Malaysia Usai FIFA ASEAN Cup 2026
- 5Digempur Bertubi-tubi oleh Iran dan Kehabisan Amunisi, Tentara AS Tinggalkan Camp Buehring di Kuwait
- 6Setelah Timnas Indonesia yang Semakin 'Belanda' Juara, Masih Pantaskah Mempersoalkan Naturalisasi?
- 7Jadwal Persib Hari Ini vs Port FC, Cek Jam Tayang dan Live Streaming
- 8Di Balik Sukses Emil Audero di Final, Ada Rasa Cemas yang Dirasakan Sang Ayah
- 9Amankan Investasi di Indonesia, Prabowo Anggap Semua Investor Saudara
- 10Peluang Gibran di Pilpres 2029 Tetap Terbuka Lebar Meski Lawan Politik Terus Bermanuver








