Allianz-HSBC Luncurkan Fund USD Floating Rate, Apa Bedanya dengan Obligasi Biasa?

AKURAT.CO Perubahan suku bunga dapat membuat nilai investasi pendapatan tetap bergerak berbeda. Dalam kondisi tersebut, istilah floating rate menjadi semakin relevan karena tingkat bunganya dapat menyesuaikan dengan perubahan suku bunga acuan, berbeda dari instrumen fixed rate yang menetapkan bunga pada tingkat tertentu. Konsep inilah yang menjadi salah satu karakter utama produk baru Allianz-HSBC.
PT Asuransi Allianz Life Indonesia bersama PT Bank HSBC Indonesia, dengan dukungan PT Allianz Global Investors Asset Management Indonesia, meluncurkan Smartwealth Dollar Floating Rate Fund. Subdana tersebut menggunakan denominasi dolar Amerika Serikat (USD) dan tersedia melalui produk unit-linked Premier Plan Assurance serta Ultima Wealth Assurance yang dipasarkan HSBC Indonesia.
Produk ini berinvestasi pada instrumen kredit dengan tingkat bunga floating serta obligasi USD berbunga tetap. Pengelolaannya dilakukan secara aktif dengan mempertimbangkan kondisi pasar, kualitas penerbit, dan risiko.
Pertanyaannya, apa sebenarnya yang membedakan floating rate dengan obligasi biasa berbunga tetap?
Apa Itu Floating Rate?
Secara sederhana, floating rate adalah mekanisme tingkat bunga yang dapat berubah mengikuti suatu suku bunga acuan atau referensi tertentu. Besarnya bunga tidak selalu bertahan pada tingkat yang sama sepanjang periode investasi.
Konsep ini berbeda dengan fixed rate. Pada instrumen fixed rate, tingkat bunga ditentukan sesuai ketentuan instrumen sehingga investor memiliki gambaran yang lebih jelas mengenai besaran bunga yang diterima selama periode tertentu.
Perbedaan tersebut menjadi penting ketika suku bunga pasar mengalami perubahan.
Baca Juga: Bukan Sekadar Investasi, Begini Cara Fund Saham Global Allianz Menjaga Nilai Tunai Polis
Baca Juga: Biaya Kesehatan Terus Naik, Apakah Limit Asuransi Anda Masih Cukup? Begini Penjelasan Allianz
Jika suku bunga bergerak naik, instrumen dengan bunga mengambang memiliki mekanisme yang memungkinkan tingkat bunganya ikut menyesuaikan. Sebaliknya, instrumen berbunga tetap tidak otomatis menaikkan kupon hanya karena suku bunga pasar berubah.
Namun, hal itu tidak berarti floating rate selalu memberikan keuntungan lebih besar. Kinerja investasi tetap dipengaruhi oleh berbagai faktor lain, termasuk kualitas kredit penerbit, spread, kondisi pasar, harga instrumen, biaya, dan struktur portofolio.
Dengan kata lain, floating rate merupakan mekanisme penyesuaian bunga, bukan jaminan keuntungan.
Floating Rate vs Fixed Rate, Apa Bedanya?
Perbedaan paling mudah dilihat dari cara tingkat bunga bekerja.
Aspek | Floating Rate | Fixed Rate |
|---|---|---|
Tingkat bunga | Dapat berubah mengikuti acuan | Ditetapkan sesuai ketentuan instrumen |
Respons terhadap perubahan suku bunga | Dapat menyesuaikan | Tidak otomatis berubah |
Kepastian pendapatan bunga | Lebih berubah-ubah | Relatif lebih mudah diproyeksikan |
Sensitivitas terhadap perubahan suku bunga | Relatif lebih rendah pada sisi harga, tergantung struktur instrumen | Umumnya lebih sensitif |
Risiko | Tetap memiliki risiko kredit, pasar, likuiditas, dan lainnya | Tetap memiliki risiko kredit, pasar, likuiditas, dan suku bunga |
Perbandingan tersebut menunjukkan bahwa tidak ada mekanisme yang secara otomatis lebih baik untuk seluruh kondisi pasar.
Fixed rate menawarkan tingkat bunga yang lebih mudah diketahui sejak awal. Namun ketika suku bunga pasar meningkat, instrumen fixed rate yang diterbitkan sebelumnya dapat menghadapi tekanan harga karena investor memiliki alternatif instrumen baru dengan tingkat imbal hasil yang lebih tinggi.
Floating rate memiliki karakter berbeda. Tingkat bunga dapat menyesuaikan sehingga dampak perubahan suku bunga terhadap karakter pendapatan instrumen dapat berbeda.
Hal tersebut menjadi salah satu alasan instrumen floating rate dapat digunakan sebagai bagian dari strategi pengelolaan portofolio ketika kondisi suku bunga berubah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Dulu Minta Gibran Diganti, Kini Syahganda Bilang Sikapnya Berubah: Sekarang Saya di Pemerintahan
- 2Jokowi Muncul di Kertanegara, Prabowo Pergi Tak Lama Setelah Pertemuan
- 3Pengurus PCNU Serahkan Bukti dan Kembalikan Uang Risywah Muktamar ke KPK
- 4Link Live Score Indonesia vs Thailand Final FIFA ASEAN Cup 2026, Cek Skor dan Susunan Pemain Sekarang!
- 5Daftar 26 Produk Indonesia yang Disebut Diboikot di Malaysia Usai FIFA ASEAN Cup 2026
- 6Link Live Streaming Indonesia vs Thailand di Final FIFA ASEAN Cup 2026, Nonton di Sini!
- 7Kalender Jawa 5 Oktober 2026: Watak Weton Senin Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 8Link Live Streaming Indonesia vs Thailand Final FIFA ASEAN Cup 2026: Jam Berapa dan Tayang di Mana?
- 9Peluang Gibran di Pilpres 2029 Tetap Terbuka Lebar Meski Lawan Politik Terus Bermanuver
- 10Presiden Prabowo Minta Perekrutan TNI-Polri Tidak Melulu Lihat Fisik, Boleh Berkacamata Asal Pintar







