Akurat Logo

Allianz-HSBC Luncurkan Fund USD Floating Rate, Apa Bedanya dengan Obligasi Biasa?

Idham Nur Indrajaya | 8 Oktober 2026, 06:44 WIB
Allianz-HSBC Luncurkan Fund USD Floating Rate, Apa Bedanya dengan Obligasi Biasa?
Allianz-HSBC meluncurkan fund USD floating rate. Apa bedanya floating rate dengan obligasi biasa dan bagaimana risikonya? - dok. Allianz Indonesia

AKURAT.CO Perubahan suku bunga dapat membuat nilai investasi pendapatan tetap bergerak berbeda. Dalam kondisi tersebut, istilah floating rate menjadi semakin relevan karena tingkat bunganya dapat menyesuaikan dengan perubahan suku bunga acuan, berbeda dari instrumen fixed rate yang menetapkan bunga pada tingkat tertentu. Konsep inilah yang menjadi salah satu karakter utama produk baru Allianz-HSBC.

PT Asuransi Allianz Life Indonesia bersama PT Bank HSBC Indonesia, dengan dukungan PT Allianz Global Investors Asset Management Indonesia, meluncurkan Smartwealth Dollar Floating Rate Fund. Subdana tersebut menggunakan denominasi dolar Amerika Serikat (USD) dan tersedia melalui produk unit-linked Premier Plan Assurance serta Ultima Wealth Assurance yang dipasarkan HSBC Indonesia.

Produk ini berinvestasi pada instrumen kredit dengan tingkat bunga floating serta obligasi USD berbunga tetap. Pengelolaannya dilakukan secara aktif dengan mempertimbangkan kondisi pasar, kualitas penerbit, dan risiko.

Pertanyaannya, apa sebenarnya yang membedakan floating rate dengan obligasi biasa berbunga tetap?

Apa Itu Floating Rate?

Secara sederhana, floating rate adalah mekanisme tingkat bunga yang dapat berubah mengikuti suatu suku bunga acuan atau referensi tertentu. Besarnya bunga tidak selalu bertahan pada tingkat yang sama sepanjang periode investasi.

Konsep ini berbeda dengan fixed rate. Pada instrumen fixed rate, tingkat bunga ditentukan sesuai ketentuan instrumen sehingga investor memiliki gambaran yang lebih jelas mengenai besaran bunga yang diterima selama periode tertentu.

Perbedaan tersebut menjadi penting ketika suku bunga pasar mengalami perubahan.

Baca Juga: Bukan Sekadar Investasi, Begini Cara Fund Saham Global Allianz Menjaga Nilai Tunai Polis

Baca Juga: Biaya Kesehatan Terus Naik, Apakah Limit Asuransi Anda Masih Cukup? Begini Penjelasan Allianz

Jika suku bunga bergerak naik, instrumen dengan bunga mengambang memiliki mekanisme yang memungkinkan tingkat bunganya ikut menyesuaikan. Sebaliknya, instrumen berbunga tetap tidak otomatis menaikkan kupon hanya karena suku bunga pasar berubah.

Namun, hal itu tidak berarti floating rate selalu memberikan keuntungan lebih besar. Kinerja investasi tetap dipengaruhi oleh berbagai faktor lain, termasuk kualitas kredit penerbit, spread, kondisi pasar, harga instrumen, biaya, dan struktur portofolio.

Dengan kata lain, floating rate merupakan mekanisme penyesuaian bunga, bukan jaminan keuntungan.

Floating Rate vs Fixed Rate, Apa Bedanya?

Perbedaan paling mudah dilihat dari cara tingkat bunga bekerja.

Aspek

Floating Rate

Fixed Rate

Tingkat bunga

Dapat berubah mengikuti acuan

Ditetapkan sesuai ketentuan instrumen

Respons terhadap perubahan suku bunga

Dapat menyesuaikan

Tidak otomatis berubah

Kepastian pendapatan bunga

Lebih berubah-ubah

Relatif lebih mudah diproyeksikan

Sensitivitas terhadap perubahan suku bunga

Relatif lebih rendah pada sisi harga, tergantung struktur instrumen

Umumnya lebih sensitif

Risiko

Tetap memiliki risiko kredit, pasar, likuiditas, dan lainnya

Tetap memiliki risiko kredit, pasar, likuiditas, dan suku bunga

Perbandingan tersebut menunjukkan bahwa tidak ada mekanisme yang secara otomatis lebih baik untuk seluruh kondisi pasar.

Fixed rate menawarkan tingkat bunga yang lebih mudah diketahui sejak awal. Namun ketika suku bunga pasar meningkat, instrumen fixed rate yang diterbitkan sebelumnya dapat menghadapi tekanan harga karena investor memiliki alternatif instrumen baru dengan tingkat imbal hasil yang lebih tinggi.

Floating rate memiliki karakter berbeda. Tingkat bunga dapat menyesuaikan sehingga dampak perubahan suku bunga terhadap karakter pendapatan instrumen dapat berbeda.

Hal tersebut menjadi salah satu alasan instrumen floating rate dapat digunakan sebagai bagian dari strategi pengelolaan portofolio ketika kondisi suku bunga berubah.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.