Langkah Ekspansi di ASEAN, Proyek King Salman Gate Ajak Investor Malaysia dan Brunei Kembangkan Mekkah Madinah

AKURAT.CO Pengembang utama proyek King Salman Gate di Mekkah, RUA AlHaram AlMakki Company (RUA AlHaram AlMakki), makin gencar memperluas jejaring internasionalnya di Asia Tenggara.
Anak perusahaan Public Investment Fund (PIF) Arab Saudi ini resmi mengamankan tiga perjanjian kolaborasi strategis bersama institusi terkemuka asal Malaysia dan Brunei Darussalam guna membuka peluang investasi dan pembangunan lintas negara.
Di Kuala Lumpur, Malaysia, RUA AlHaram AlMakki menjalin kerja sama dengan MRCB International Sdn Bhd (MRCB) untuk menggarap proyek berkonsep Transit-Oriented Development (TOD) di kawasan King Salman Gate, Mekkah.
Baca Juga: Dari Kampung Haji ke Akuisisi Hotel: Proyek RI di Mekkah ini Baru Akan Jalan Akhir 2026
Nilai indikatif Gross Development Value (GDV) proyek ini diperkirakan mencapai SAR 21 miliar (sekitar Rp90,3 triliun), bergantung pada hasil tes kelayakan, pembiayaan, hingga perjanjian definitif.
Mengandalkan rekam jejak MRCB yang sukses membangun pusat transportasi terpadu KL Sentral di Malaysia, proyek di Makkah ini bakal mengintegrasikan terminal bus umum dengan area hunian, komersial, hingga ritel modern.
Penandatanganan di Kuala Lumpur dilakukan langsung oleh CEO Rua AlHaram AlMakki Bambang Kajairi dan Group Managing Director MRCB Dato’ Imran Salim.
Momen penting ini turut disaksikan jajaran petinggi, termasuk Governor PIF Yasir Al-Rumayyan, Chairman of the Board Rua AlMadinah Saad AlKroud, Chairman MRCB Dato’ Mohamad Nasir Ab. Latif, serta Chairman MRCB Land Sdn Bhd Tan Sri Mohd Annuar Zaini.
Langkah ekspansi RUA AlHaram AlMakki berlanjut ke Brunei Darussalam. Lewat kolaborasi bersama Perbadanan Tabung Amanah Islam Brunei (TAIB), kedua pihak menjajaki investasi joint venture untuk mengembangkan berbagai lahan di King Salman Gate yang difokuskan pada sektor perhotelan dan hunian.
Proyek ini diproyeksikan memiliki estimasi GDV sekitar SAR 9,7 miliar.
Tak berhenti di situ, RUA AlHaram AlMakki juga menandatangani kesepakatan terpisah bersama RUA Al Madinah Holding dan TAIB. Kerja sama segitiga ini bertujuan membuka keran investasi timbal balik serta pengembangan infrastruktur di tiga kota utama, yakni Makkah, Madinah, dan Brunei Darussalam.
Penandatanganan di Brunei dihadiri oleh CEO Rua AlHaram AlMakki Bambang Kajairi, CEO RUA Al-Madinah Eng. Ahmed W. Aljuhani, serta Managing Director TAIB YM Datin Dayang Hajah Hasnah Binti Haji Ibrahim.
Prosesi ini disaksikan langsung oleh Head of Local Real Estate Investment Division PIF Saad AlKroud, Chairman of the Board Rua AlMadinah Naif Al-Hamdan, serta Chairman Board of Directors Perbadanan TAIB YB Pehin Datu Lailaraja Major General (Ret.) Dato Paduka Seri Awang Haji Halbi bin Haji Mohd Yussof.
CEO RUA AlHaram AlMakki, Bambang Kajairi, menegaskan bahwa kemitraan ini merupakan wujud nyata komitmen perusahaan dalam mempererat hubungan dengan negara-negara di kawasan ASEAN, sekaligus memberi sinyal potensi kerja sama ke negara tetangga seperti Indonesia.
“Semua kesepakatan ini mencerminkan komitmen kami untuk membangun kemitraan internasional yang kuat dan mempererat hubungan kami dengan negara-negara di kawasan ASEAN. Kami melihat potensi besar untuk melanjutkan momentum ini dan memperluas kolaborasi di kawasan ini, termasuk menjajaki peluang di Indonesia, dengan menyatukan investasi, keahlian, dan kapabilitas yang dapat mendukung pengembangan Mekkah serta meningkatkan pengalaman jemaah dan pengunjung,” pukas Bambang Kajairi.
Baca Juga: Link Live Streaming Indonesia vs Malaysia FIFA ASEAN Cup 2026, Tayang Malam Ini!
Secara keseluruhan, rangkaian kerja sama strategis ini tidak hanya memperkuat posisi Mekkah dan Madinah sebagai destinasi global, tetapi juga menjadi bagian penting dari akselerasi transformasi Saudi Vision 2030 demi meningkatkan kenyamanan para jemaah dan pengunjung dari seluruh dunia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 1Ekspor Minyak Timur Tengah Pulih 80 Persen, Strategi Iran di Selat Hormuz Mulai Kehilangan Taji?
- 2Prediksi Skor Thailand vs Vietnam 29 September 2026: Vietnam Berpeluang Menang Lagi?
- 3Klik Link Live Streaming Indonesia vs Malaysia FIFA ASEAN Cup 2026 Malam Ini
- 4Prediksi Skor Argentina vs Bolivia 1 Oktober 2026: La Albiceleste Dijagokan
- 5Sinyal Aliansi Militer Baru? Telepon Khusus Erdogan ke Prabowo Bongkar Ambisi Besar Jakarta-Ankara
- 6Prediksi Indonesia vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Susunan Pemain dan Skor!
- 7Klasemen FIFA ASEAN Cup 2026 Terbaru: Indonesia vs Bangladesh, Cek Jadwal dan Posisi Grup A!
- 8Tanpa Sponsor 'Palsu' Rp19,69 Triliun, Manchester City Mungkin Tanpa Aguero dan Silva
- 9KPK Hadirkan Delapan Saksi dari Kesthuri, Himpuh, Amphuri hingga Maktour untuk Pembuktian Korupsi Kuota Haji
- 10Terima Jemaat GKPI Rajeg, Wapres Gibran Tekankan Kerukunan dan Kebebasan Beribadah







