Akurat Logo

Inflasi Indonesia Capai 3,28 Persen, Wamenkeu Juda: Daya Beli Masih Belum Terganggu

Andi Syafriadi | 1 Oktober 2026, 17:36 WIB
Inflasi Indonesia Capai 3,28 Persen, Wamenkeu Juda: Daya Beli Masih Belum Terganggu
Wakil Menteri Keuangan I, Juda Agung bersama Ekonom Bank Permata, Josua Pardede - AKURAT.CO/ANDOY

AKURAT.CO Inflasi Indonesia mencapai 3,28% secara tahunan pada September 2026. Angka tersebut berada mendekati batas atas sasaran inflasi Bank Indonesia, tetapi masih dalam rentang target 2,5% plus minus 1%.

Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu), Juda Agung menilai kondisi tersebut belum memberikan dampak besar terhadap daya beli masyarakat maupun keputusan untuk berbelanja dan berinvestasi.

“Kalau inflasi itu masih di dalam target range, artinya dia itu belum terlalu berdampak kepada daya beli, belum terlalu berdampak pada decision making orang di dalam belanja, karena masih terjaga. Itulah inflasi yang ideal memang seperti itu harusnya,” ujar Juda dalam agenda Media Gathering Kementerian Keuangan di Bogor, Jawa Barat, Kamis (1/10/2026).

Baca Juga: Luky Alfirman Jadi Wamenkeu, Begini Kata Juda Agung

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi September 2026 sebesar 3,28% secara tahunan atau year-on-year (yoy).

Angka tersebut menunjukkan kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 108,74 pada September 2025 menjadi 112,31 pada September 2026.

Sementara itu, inflasi secara bulanan atau month-to-month (mtm) tercatat 0,30%. Adapun secara tahun kalender atau year-to-date (ytd), inflasi mencapai 2,17%.

Inflasi Belum Jadi Pertimbangan Utama

Juda mengatakan inflasi yang masih berada dalam sasaran membuat masyarakat belum menjadikannya sebagai faktor utama dalam menentukan keputusan ekonomi.

Menurut dia, masyarakat tidak akan terlalu memikirkan inflasi ketika angkanya masih berada dalam rentang target.

Baca Juga: Jaga Ketahanan APBN, Berikut Strategi Fiskal ala Wamenkeu Juda Agung

“Orang nggak terlalu mikirkan inflasi, karena hanya 2,5 plus minus 1 persen. Jadi dia nggak masuk di dalam faktor mengambil keputusan dia mau investasi atau tidak, mau belanja atau tidak, mau konsumsi atau tidak,” kata Juda.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.