Shadow Economy Jadi Fokus Baru Direktorat Jenderal Pajak

AKURAT.CO Direktorat Jenderal Pajak (DJP) mulai mengintensifkan upaya memperluas basis perpajakan dengan mengaktifkan kembali wajib pajak yang tidak lagi aktif (dormant) sekaligus menjangkau pelaku ekonomi yang selama ini belum tercatat dalam sistem perpajakan.
Direktur Jenderal Pajak, Bimo Wijayanto mengatakan strategi tersebut menjadi bagian dari upaya mengurangi praktik shadow economy yang berpotensi mengurangi penerimaan negara.
"Jadi memang ini wajib pajak yang baru masuk ke sistem kita aktifkan kembali setelah sekian lama dormant. Dan tentu kita terus punya pekerjaan rumah bagaimana mendorong shadow economy," kata Bimo dalam Forum Silaturahmi dan Dialog Perpajakan 2026 di Jakarta, Senin.
Baca Juga: DJP: Pengawasan Lampaui Pemeriksaan dalam Dongkrak Pajak
Menurut dia, pendekatan yang digunakan tidak hanya mengandalkan penegakan hukum, tetapi juga mendorong kepatuhan sukarela melalui metode nudging.
Melalui pengiriman surat dan email, DJP berhasil menjangkau 241.387 wajib pajak agar kembali memenuhi kewajiban perpajakannya.
Selain itu, sekitar 1,85 juta wajib pajak yang memiliki tunggakan pada tahun berjalan juga menjadi sasaran pendekatan serupa.
Strategi tersebut ikut berkontribusi terhadap bertambahnya 143.449 wajib pajak baru sepanjang 2025.
Dari penambahan tersebut, DJP mencatat penerimaan pajak mencapai Rp1,215 triliun, meningkat signifikan dibandingkan realisasi tahun sebelumnya.
Baca Juga: DJP: Kapasitas Pajak RI Mulai Lepas dari Harga Komoditas
Selain memperluas basis pajak, DJP juga memastikan pengawasan terhadap berbagai program prioritas pemerintah tetap berjalan, termasuk Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), guna menjaga potensi penerimaan pajak di masa mendatang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 7Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 8Zelensky: Jika Trump dan Putin Menginginkan Pemilu di Ukraina, Syaratnya Gencatan Senjata 60 Hari
- 9Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 10Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik








