Cadangan Emas RI Jadi Modal Besar Pengembangan ETF Emas

AKURAT.CO Indonesia berupaya memaksimalkan potensi sumber daya emas nasional melalui pengembangan instrumen investasi baru di pasar modal.
Salah satu langkah yang ditempuh adalah menyiapkan peluncuran Electronic Gold Receipt (EGR) dan Exchange Traded Fund (ETF) Emas pada semester II 2026.
Upaya tersebut diperkuat melalui bergabungnya PT Pegadaian sebagai Pemegang Rekening PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), yang memungkinkan pencatatan EGR secara langsung dalam sistem penyimpanan dan penyelesaian efek nasional.
Baca Juga: Harga Emas Pegadaian Hari Ini 12 Juni 2026: Cek Rincian Terbaru Antam hingga UBS
Pengembangan ETF Emas dinilai memiliki relevansi besar mengingat posisi Indonesia sebagai salah satu negara penghasil emas utama dunia.
Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Indonesia menempati peringkat kedelapan produsen emas global dengan produksi mencapai 132,5 ton.
Selain itu, Indonesia berada di posisi keenam dunia untuk sumber daya emas dengan cadangan mencapai 2.600 ton.
Potensi tersebut selama ini lebih banyak dimanfaatkan melalui aktivitas pertambangan dan perdagangan fisik. Dengan hadirnya ETF Emas, eksposur terhadap emas nasional dapat diakses lebih luas oleh investor ritel maupun institusi melalui mekanisme perdagangan di bursa.
Direktur Pemasaran, Penjualan, dan Pengembangan Produk PT Pegadaian, Selfie Dewiyanti mengatakan, pengembangan ETF Emas merupakan bagian dari penguatan ekosistem bullion nasional sekaligus upaya menghadirkan instrumen investasi yang telah berkembang di berbagai pasar global.
"Sebab setiap gram emas digital yang menjadi dasar EGR akan didukung oleh emas fisik yang tersimpan di Pegadaian sehingga memberikan transparansi dan kepastian bagi investor," paparnya.
Tidak hanya itu saja, Selfie juga menjelaskan bahwa pengembangan ETF Emas juga hadir pada saat minat terhadap aset lindung nilai meningkat.
"Sepanjang 2025, emas mencatat kenaikan harga sebesar 56,7 persen dalam denominasi rupiah dan menjadi salah satu instrumen investasi dengan kinerja terbaik," ucapnya.
Dengan dukungan infrastruktur KSEI, BEI, dan Pegadaian, harap Selfie, potensi emas nasional tidak hanya menjadi komoditas tambang, tetapi juga menjadi instrumen investasi yang mampu memperdalam pasar keuangan domestik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cara Cek Penerima BSU Kemnaker 2026 Pakai NIK, Begini Status Link Resminya
- 2Setelah 'Cabut' dari Timnas Portugal, Masa Depan Cristiano Ronaldo dalam Ketidakpastian
- 3Prediksi Belgia vs Turki 3 Oktober 2026: Susunan Pemain, H2H, dan Skor
- 4Asian Games: Indonesia Berpeluang Raih 5 Emas Besok, Padel Salah Satunya!
- 5Moto3 Jepang: Tanpa Alasan! Hiroshi Aoyama Tuntut Veda Ega Pratama dan Zen Mitani All Out di 'Kandang'
- 6Trump Siapkan Tambahan 10.000 Pasukan AS ke Timur Tengah, Senator Desak Kongres Hentikan Dana Perang Iran
- 7Kalender Jawa 2 Oktober 2026: Watak Weton Jumat Pahing Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 8Dokumen Pendidikan Gibran Dilaporkan ke Bareskrim, Keaslian Syarat Cawapres 2024 Jadi Sorotan
- 9Anak Usaha Lyman Group Urus HGB Kota Baru Parahyangan ke ATR/BPN, KPK Dalami Setorannya
- 10KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid di Kasus ATR/BPN, Dalami Alur Setoran hingga Pusat









