Yield Lebih Rendah, Panda Bond Jadi Opsi Baru Pemerintah

AKURAT.CO Pemerintah berencana menerbitkan surat utang global berdenominasi yuan atau Panda Bond pada bulan depan sebagai bagian dari strategi diversifikasi pembiayaan negara sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan instrumen Panda Bond dinilai lebih menarik dibandingkan Dim Sum Bond karena menawarkan imbal hasil (yield) yang lebih kompetitif.
Menurut Purbaya, yield yang ditawarkan di pasar keuangan China saat ini berada pada kisaran 2,3% hingga 2,5%. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan imbal hasil Dim Sum Bond yang diterbitkan Indonesia pada Oktober 2025 dengan kisaran 2,5% hingga 2,9%.
Baca Juga: Menkeu Purbaya Bebaskan Pajak Merger BUMN hingga 2029
“Kalau bunganya lebih rendah, kan hemat kita,” ujar Purbaya saat media briefing di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (11/5/2026).
Panda Bond merupakan obligasi yang diterbitkan di pasar domestik China menggunakan denominasi yuan. Instrumen ini menjadi salah satu opsi pemerintah untuk memperluas basis investor global dan memperkuat struktur pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Purbaya menyebut, penerbitan Panda Bond juga menjadi langkah strategis untuk memperkuat diversifikasi portofolio utang pemerintah sehingga tidak bergantung pada satu mata uang tertentu.
Selain menawarkan biaya dana yang lebih rendah, pasar keuangan China dinilai memiliki likuiditas besar dan kapasitas investor yang kuat untuk menyerap surat utang Indonesia.
Baca Juga: Dirjen Bea Cukai Terseret Kasus Dugaan Suap, Ini Kata Purbaya
Pemerintah, lanjut Purbaya, juga melihat adanya tingkat kepercayaan investor China terhadap fundamental ekonomi Indonesia. Hal ini dinilai penting di tengah dinamika global dan sensitivitas pasar terhadap peringkat kredit negara berkembang.
Meski demikian, pemerintah belum menetapkan target nilai penerbitan Panda Bond. Kementerian Keuangan masih melihat perkembangan minat investor menjelang masa penawaran.
“Kalau banyak peminatnya, tentu bisa diperbesar,” kata Purbaya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 7Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 8Zelensky: Jika Trump dan Putin Menginginkan Pemilu di Ukraina, Syaratnya Gencatan Senjata 60 Hari
- 9Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 10Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik







