OJK: 59 Juta Rekening Pelajar Topang Dana Perbankan

AKURAT.CO Jumlah tabungan pelajar di Indonesia mencapai Rp30,31 triliun per Februari 2026 dengan total 59,03 juta rekening. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut pertumbuhan ini mulai berkontribusi terhadap stabilitas dana pihak ketiga (DPK) perbankan.
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, menyatakan jumlah rekening pelajar meningkat 1.040.035 rekening atau 1,79% secara tahunan (year-on-year/yoy).
“Jumlah rekening pelajar telah mencapai 59,03 juta dengan total nominal sebesar Rp30,31 triliun per Februari 2026,” ujar Dian dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu (25/4/2026).
Baca Juga: OJK Sambut Positif Update MSCI, Sinyal Kepercayaan Investor Naik
Secara porsi, tabungan pelajar menyumbang 0,97% dari total dana tabungan perbankan yang mencapai Rp3.115,62 triliun.
Di sisi lain, industri perbankan mencatat pertumbuhan DPK sebesar 13,86% (yoy) pada Februari 2026, meningkat signifikan dibandingkan 5,75% (yoy) pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Komponen tabungan juga tumbuh 8,12% (yoy), lebih tinggi dibandingkan 7,21% (yoy) pada Februari 2025.
“Ke depan, OJK memandang tren pertumbuhan tabungan pelajar akan tetap positif, didukung oleh penguatan literasi dan inklusi keuangan di kalangan pelajar,” kata Dian.
Program tabungan pelajar merupakan bagian dari inisiatif nasional “Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR)” yang digagas pemerintah bersama OJK dan kementerian terkait. Program ini mulai digencarkan dalam beberapa tahun terakhir untuk meningkatkan inklusi keuangan sejak usia dini.
Secara historis, tingkat inklusi keuangan Indonesia terus meningkat. Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan OJK, inklusi keuangan nasional telah melampaui 85 persen dalam beberapa tahun terakhir, dengan segmen pelajar menjadi salah satu target ekspansi.
“Pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) kepada anak pada momen Lebaran menjadi peluang untuk mendorong budaya menabung sejak dini,” jelas Dian.
Pertumbuhan tabungan pelajar dinilai mulai memberikan efek struktural terhadap likuiditas perbankan. Meski kontribusinya masih di bawah 1 persen, jumlah rekening yang besar menciptakan basis dana ritel yang stabil.
Baca Juga: Lepas Ekspor Turunan Kelapa, OJK Dorong Pengembangan Ekonomi Daerah di Sumsel
Dalam konteks industri, peningkatan DPK menjadi krusial untuk menjaga fungsi intermediasi perbankan, terutama di tengah dinamika penurunan suku bunga dan meningkatnya alternatif investasi masyarakat.
OJK mencatat, pergeseran dana ke instrumen lain seperti pasar modal dan produk investasi turut memengaruhi struktur DPK. Namun, tabungan pelajar dinilai lebih tahan terhadap volatilitas karena bersifat jangka panjang dan berbasis edukasi.
“Struktur DPK ke depan akan tetap terjaga secara sehat dan seimbang, sehingga perbankan memiliki ruang yang memadai untuk menjaga likuiditas,” ujar Dian.
OJK menargetkan pertumbuhan tabungan pelajar dan DPK tetap berlanjut hingga akhir 2026 seiring stabilitas sektor jasa keuangan.
“OJK juga akan terus mendorong peningkatan jumlah rekening dan nominal tabungan pelajar maupun DPK secara keseluruhan,” kata Dian.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cara Cek Penerima BSU Kemnaker 2026 Pakai NIK, Begini Status Link Resminya
- 2Soal Gugatan Syarat Pendidikan Gibran ke MK, Margarito Kamis: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan
- 3Setelah 'Cabut' dari Timnas Portugal, Masa Depan Cristiano Ronaldo dalam Ketidakpastian
- 4Trump Siapkan Tambahan 10.000 Pasukan AS ke Timur Tengah, Senator Desak Kongres Hentikan Dana Perang Iran
- 5Prediksi Belgia vs Turki 3 Oktober 2026: Susunan Pemain, H2H, dan Skor
- 6Asian Games: Indonesia Berpeluang Raih 5 Emas Besok, Padel Salah Satunya!
- 7Moto3 Jepang: Tanpa Alasan! Hiroshi Aoyama Tuntut Veda Ega Pratama dan Zen Mitani All Out di 'Kandang'
- 8Dokumen Pendidikan Gibran Dilaporkan ke Bareskrim, Keaslian Syarat Cawapres 2024 Jadi Sorotan
- 9Bos Maktour Travel Fuad Hasan Masyhur Bantah Tarik Ratusan Miliar dalam Kasus Kuota Haji
- 10Rocky Gerung Minta Buruh Kawal RUU Pelindungan Ketenagakerjaan, Jangan Mundur jika Berhadapan Kekuasaan









