Pemerintah Rampungkan Restrukturisasi Whoosh, Ini Dampaknya

AKURAT.CO Pemerintah memastikan restrukturisasi utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (Whoosh) telah rampung.
Namun, di balik selesainya proses tersebut, muncul fase baru yang lebih krusial yakni bagaimana skema baru ini akan menentukan keberlanjutan proyek dan hubungan ekonomi Indonesia dan China.
Merespon hal tersebut, Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa menyebut keputusan sudah diambil dan tinggal menunggu pengumuman resmi pemerintah.
“Sudah kelar (restruktusiasi), tinggal diumumkan,” ujarnya dalam acara Simposium PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) 2026 di Jakarta, Rabu (22/4/2026).
Lebih lanjut dirinya juga menegaskan bahwa hasil restrukturisasi telah dikomunikasikan langsung kepada pemerintah China sebagai salah satu mitra strategis.
Baca Juga: KCIC Pastikan Operasional Whoosh Tetap Normal Pasca Gangguan Cuaca Ekstrem
Langkah ini tidak lepas dari kompleksitas proyek Whoosh yang sejak awal menjadi bagian dari kerja sama strategis dalam kerangka Belt and Road Initiative (BRI).
Secara historis, proyek yang digarap oleh PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) ini mengalami pembengkakan biaya signifikan. Nilai proyek yang awalnya diperkirakan sekitar USD6,07 miliar melonjak menjadi sekitar USD7,27 miliar atau setara lebih dari Rp110 triliun.
Sehingga kenaikan tersebut menjadi salah satu cost overrun terbesar dalam proyek infrastruktur nasional.
Purbaya mengakui bahwa lemahnya pengawasan menjadi salah satu penyebab utama lonjakan biaya tersebut.
“Proyeknya bagus, tetapi tidak diawasi dengan baik. Ketika ada masalah, tidak ada yang menangani, akhirnya terjadi cost overrun berpuluh triliun rupiah,” ujarnya.
Dalam skema restrukturisasi baru, pemerintah menegaskan pendekatan berbasis risk sharing antara Indonesia dan China.
“Kalau ada loss, ya sama-sama. Kita berapa persen, mereka berapa persen,” kata Purbaya.
Baca Juga: Whoosh Angkut 311 Ribu Penumpang saat Lebaran 2026, Naik 7 Persen
Pendekatan ini menjadi titik penting karena mengubah paradigma pembiayaan proyek. Sebelumnya, risiko cenderung lebih berat di sisi Indonesia, terutama melalui pembiayaan BUMN dan dukungan negara.
Secara ekonomi, restrukturisasi ini menjadi krusial karena Whoosh bukan sekadar proyek transportasi, melainkan simbol kerja sama bilateral jangka panjang.
Data operasional menunjukkan proyek ini mulai menunjukkan potensi. Hingga awal 2026, Whoosh telah melayani lebih dari 15 juta penumpang sejak diresmikan pada Oktober 2023.
Angka tersebut menunjukkan adanya permintaan riil, meski belum sepenuhnya menjawab tantangan finansial proyek.
Namun demikian, keberhasilan operasional belum otomatis menjamin keberlanjutan keuangan.
Restrukturisasi utang menjadi instrumen penting untuk menjaga arus kas dan menyesuaikan beban pembayaran dengan proyeksi pendapatan.
Dalam konteks makro, skema baru ini juga akan menjadi preseden bagi proyek infrastruktur lain yang melibatkan pembiayaan luar negeri, khususnya dari China.
Jika berhasil, model risk sharing dapat menjadi blueprint baru. Sebaliknya, jika gagal, hal ini berpotensi menambah tekanan fiskal dan memperumit hubungan investasi bilateral.
Dengan demikian, selesainya restrukturisasi bukanlah akhir persoalan, melainkan awal dari ujian baru, apakah proyek strategis ini mampu bertransformasi menjadi aset produktif yang berkelanjutan atau tidak.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tolak Bertahan di KTM Demi Ducati, Pedro Acosta: Saya Ingin Kalahkan Marc Marquez dengan Senjata yang Sama!
- 2Seharusnya Denny Indrayana Paham Penjelasan Jokowi Soal Ijazah Gibran, Kecuali Ada Dorongan Politik
- 3Kalender Jawa 25 September 2026: Benarkah Jumat Kliwon Hari Baik untuk Menikah?
- 4Live Streaming Timnas Indonesia vs Singapura Malam Ini, Cek Jam Tayang dan Linknya
- 5Prediksi Indonesia vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Susunan Pemain dan Skor!
- 6Indonesia vs Singapura Hari Ini Jam Berapa? Cek Jadwal FIFA ASEAN Cup 2026!
- 7Prediksi Skor Indonesia vs Singapura Hari Ini 25 September 2026, Cek Susunan Pemain!
- 8Ini Profil Hacker yang Bocorkan Data Skandal Pelanggaran Manchester City
- 9Prabowo Minta Mafia dan Kartel Haji Diberantas, Dorong Audit Forensik Keuangan
- 10KPK Dalami Setoran Berjenjang dari Kantor Pertanahan hingga Pejabat Kementerian ATR/BPN









