Bitcoin Menguat ke USD73.000 Usai Rilis Data Inflasi AS

AKURAT.CO Pasar kripto menguat pada Sabtu (11/4/2026) pagi setelah rilis data inflasi Amerika Serikat menunjukkan tekanan harga inti yang lebih rendah dari perkiraan.
Harga Bitcoin (BTC) melonjak ke atas USD73.000, mencerminkan respons cepat pelaku pasar terhadap ekspektasi kebijakan moneter yang lebih longgar.
Berdasarkan data CoinMarketCap, kapitalisasi pasar kripto global naik 1,32% menjadi USD2,47 triliun. Bitcoin tercatat menguat 1,48% ke level USD73.014 per koin atau sekitar Rp1,24 miliar (kurs Rp17.089). Sementara itu, Indeks CoinDesk 20 yang merepresentasikan 20 aset kripto terbesar naik 1,56%.
Baca Juga: Prediksi Harga Bitcoin 2026: Tembus US$73.000 atau Siap Koreksi Tajam?
Aset kripto lain turut menguat, dengan Ethereum naik 2,87% ke USD2.250, Binance (BNB) menguat 0,93% ke USD606, Solana naik 2,13% ke USD84,89, serta XRP naik 1% ke USD1,35.
Mengutip laporan Bureau of Labor Statistics (BLS), Indeks Harga Konsumen (CPI) AS pada Maret naik 0,9% secara bulanan, sejalan dengan proyeksi ekonom dan lebih tinggi dibandingkan Februari sebesar 0,3%. Secara tahunan, inflasi tercatat 3,3%, meningkat dari 2,4% pada bulan sebelumnya.
Namun, inflasi inti (core CPI) yang mengecualikan harga energi dan pangan justru menunjukkan pelemahan tekanan. Core CPI hanya naik 0,2% secara bulanan, lebih rendah dari ekspektasi 0,3%. Secara tahunan, angkanya berada di 2,6%, di bawah proyeksi pasar sebesar 2,7%.
“Core CPI hanya naik 0,2% secara bulanan, lebih rendah dari perkiraan 0,3%,” dikutip dari laporan data resmi yang dirilis BLS.
Energi dan Konflik Timur Tengah
Kenaikan inflasi utama (headline CPI) terutama didorong oleh lonjakan harga energi. Hal ini berkaitan dengan meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, termasuk konflik yang melibatkan Iran, yang mendorong harga minyak global naik dalam beberapa pekan terakhir.
Secara historis, volatilitas harga energi kerap menjadi faktor utama yang mendorong inflasi jangka pendek di AS. Namun, pelaku pasar cenderung lebih memperhatikan inflasi inti sebagai indikator tekanan harga yang lebih stabil dan relevan bagi kebijakan suku bunga bank sentral.
Dalam konteks ini, perlambatan inflasi inti memperkuat ekspektasi bahwa tekanan harga domestik mulai mereda, meskipun risiko eksternal masih tinggi.
Dampak ke Pasar: Kripto Menguat, Obligasi Stabil
Merespons rilis data tersebut, Bitcoin yang sebelumnya berada di kisaran USD72.000 langsung naik ke sekitar USD72.400 tak lama setelah data inflasi diumumkan, sebelum akhirnya menembus USD73.000.
Di sisi lain, pasar keuangan tradisional menunjukkan pergerakan terbatas. Indeks saham berjangka Nasdaq 100 naik tipis sekitar 0,3%, sementara imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun stabil di level 4,29%.
Data dari CME FedWatch menunjukkan bahwa probabilitas bank sentral AS (The Fed) menahan suku bunga tetap tinggi. Sebelum rilis CPI, peluang penahanan suku bunga pada pertemuan akhir April mencapai 99% dan 97% untuk pertemuan Juni.
Kondisi ini menunjukkan bahwa meskipun inflasi inti melandai, pasar masih melihat ruang terbatas untuk pelonggaran kebijakan moneter dalam waktu dekat.
Arah Suku Bunga Jadi Kunci Pasar Kripto
Arah kebijakan suku bunga The Fed tetap menjadi faktor utama yang akan memengaruhi pergerakan pasar kripto. Inflasi inti yang lebih rendah memberikan sentimen positif jangka pendek, namun tekanan dari harga energi dan dinamika geopolitik masih menjadi risiko yang perlu dicermati.
Dengan kombinasi data inflasi yang moderat dan ekspektasi suku bunga yang tetap tinggi, pasar kripto berpotensi bergerak fluktuatif dalam jangka pendek sambil menunggu sinyal kebijakan yang lebih jelas dari bank sentral AS.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









