Akurat

Era AI Ubah Peran Auditor, Tata Kelola Jadi Sorotan

Andi Syafriadi | 2 Maret 2026, 13:54 WIB
Era AI Ubah Peran Auditor, Tata Kelola Jadi Sorotan
Ilustrasi AI

AKURAT.CO Perkembangan kecerdasan buatan (AI), data analytics, automation hingga blockchain mendorong perubahan besar dalam profesi audit.

Auditor kini tak lagi sekadar memeriksa laporan keuangan, tetapi dituntut memahami risiko digital yang semakin kompleks.

Isu tersebut menjadi fokus utama dalam The 25th ATV International Audit Seminar yang digelar 18 Februari 2026 di Auditorium Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) serta diikuti lebih dari 1.000 peserta secara daring dan 300 peserta luring.

Baca Juga: Jelaskan Bagaimana Urgensi Etika Literasi Siswa dalam Perkembangan Artificial Intelligence dan Seberapa Penting Peran Guru di Kelas?

Seminar bertema “Adapting Audit Roles and Responses in the Digital Era: From Digital Tools to Strengthened Controls” ini mempertemukan regulator, praktisi, akademisi hingga mahasiswa.

Dalam sesi keynote, Audit and Assurance Lead CPA Australia, Tiffany Tan menekankan transformasi audit melalui konsep “3Rs”: Redefine Roles, Reassess Risks, and Respond to Change.

Menurutnya, digitalisasi mengubah profil risiko bisnis secara signifikan. Auditor kini harus memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan kualitas dan efisiensi audit, tanpa mengabaikan prinsip independensi dan professional judgement.

“AI bisa menjadi copilot, tetapi human oversight tetap fundamental untuk menjaga kepercayaan publik,” tegasnya.

Senada dengan Tiffany. Ketua Dewan Audit sekaligus Anggota Dewan Komisioner OJK, Sophia Isabella Wattimena, menambahkan bahwa transformasi digital di sektor keuangan membuka peluang efisiensi, namun juga meningkatkan risiko siber dan kompleksitas fraud.

"OJK telah merespons dengan penguatan tata kelola teknologi informasi, pengembangan regulatory sandbox, hingga pemanfaatan teknologi pengawasan (suptech)," tegasnya.

Baca Juga: Cara Artificial Intelligence (AI) Diagnosis Penyakit di Dunia Medis

Diskusi panel juga menyoroti bagaimana AI dan robotic process automation (RPA) mulai digunakan dalam tahapan audit, mulai dari perencanaan hingga pelaporan.

Meski teknologi berkembang, para pembicara sepakat bahwa skeptisisme profesional auditor tetap tak tergantikan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.