Lewat Strategi O2O, Bank Aladin Syariah Ingin Jadi Bagian dari Gaya Hidup Masyarakat Indonesia

AKURAT.CO PT Bank Aladin Syariah Tbk. (Bank Aladin Syariah), menyelenggarakan Public Expose Tahunan untuk memaparkan kinerja keuangan tahun buku 2024 serta arah strategis Perseroan dalam memperkuat posisinya di industri perbankan syariah.
Sepanjang tahun 2024, Bank Aladin Syariah mencatatkan pertumbuhan yang solid di berbagai lini bisnis. Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh signifikan sebesar 56% secara tahunan (year-on-year) menjadi Rp5,17 triliun, sementara total aset meningkat 32% menjadi Rp9,36 triliun.
Penyaluran pembiayaan juga mengalami pertumbuhan kuat sebesar 53% menjadi Rp4,68 triliun. Sejalan dengan ekspansi tersebut, pendapatan operasional melonjak 93% menjadi Rp564 miliar, mencerminkan peningkatan skala bisnis dan optimalisasi model operasional digital Perseroan.
Perbaikan kinerja juga tercermin dari rasio keuangan yang semakin sehat. Efisiensi operasional menunjukkan kemajuan yang berarti dengan penurunan Cost to Income Ratio (CIR) secara signifikan. Rasio profitabilitas seperti Return on Asset (ROA) dan Return on Equity (ROE) terus menunjukkan tren perbaikan dibandingkan tahun sebelumnya. Selain itu, kualitas pembiayaan tetap terjaga dengan Non-Performing Financing (NPF) yang berada pada level sangat rendah, mencerminkan prinsip kehati-hatian serta manajemen risiko yang disiplin.
Baca Juga: Bank Aladin Syariah Yakini Digitalisasi Dongkrak Inklusi Keuangan Syariah
Direktur Utama PT Bank Aladin Syariah Tbk, Koko Tjatur Rachmadi menyampaikan bahwa capaian tahun 2024 merupakan hasil dari strategi pertumbuhan yang terukur dan fokus pada penguatan ekosistem. "Kami tidak hanya bertumbuh secara angka, tetapi juga memperkuat fundamental bisnis. Strategi berbasis ekosistem dan digital approach memungkinkan kami menjangkau masyarakat lebih luas dengan biaya akuisisi yang efisien dan pengalaman nasabah yang semakin baik," ujarnya.
Sejak peluncuran aplikasi digital pada awal 2022, jumlah pengguna terdaftar Bank Aladin Syariah telah melampaui 3,3 juta nasabah yang tersebar di seluruh provinsi di Indonesia, dengan konsentrasi terbesar di wilayah berpopulasi Muslim tinggi seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Banten.
Strategi O2O
Strategi offline-to-online (O2O) melalui kolaborasi dengan Grup Alfa menjadi diferensiasi utama Perseroan. Melalui jaringan nasional dan ekosistem digital Alfa Group termasuk Alfamart, Alfamidi, Alfagift, Aksesmu, Lawson, Dan+Dan, serta Umrah Madani Amanah, Bank Aladin Syariah menghadirkan layanan perbankan syariah yang terintegrasi dan mudah diakses oleh masyarakat luas.
Selain itu, Perseroan terus memperkuat kemitraan strategis dengan berbagai institusi, termasuk Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) sebagai bank penerima setoran pembayaran ibadah haji, kolaborasi dengan Taspen dalam pengembangan solusi pembiayaan berbasis digital, serta kerja sama Bank-as-a-Service (BaaS) dengan Flip dan Mekari untuk memperluas distribusi layanan keuangan syariah digital.
Prospek Cerah
Prospek industri perbankan syariah digital di Indonesia dinilai masih sangat besar. Dengan populasi Muslim lebih dari 200 juta jiwa lebih dan tingkat inklusi keuangan syariah yang masih relatif rendah dibandingkan perbankan konvensional, ruang pertumbuhan masih terbuka lebar. Dukungan pemerintah melalui Masterplan Ekonomi Syariah serta meningkatnya preferensi masyarakat terhadap produk halal dan layanan berbasis syariah turut memperkuat momentum pertumbuhan sektor ini.
Ke depan, Bank Aladin Syariah berkomitmen untuk terus mengoptimalkan pembiayaan dan pendanaan berkualitas di segmen ritel, UMKM, dan korporasi, memperluas kolaborasi ekosistem digital, serta memperkuat infrastruktur teknologi informasi dan tata kelola perusahaan.
Penguatan organisasi dan pengembangan sumber daya manusia juga menjadi bagian penting dalam memastikan pertumbuhan yang berkelanjutan. Dengan fundamental yang semakin kokoh, model bisnis digital berbasis ekosistem, serta peluang pasar syariah yang luas, Bank Aladin Syariah optimis dapat terus menciptakan nilai tambah bagi nasabah, pemegang saham, dan seluruh pemangku kepentingan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Demo BEM UI 28 Oktober 2026: Cek Lokasi, Jadwal, dan Informasi Terbaru
- 2Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 3KPK Tegaskan Tak Sita atau Terima Pengembalian Rp40 Juta dari PCNU Terkait Muktamar NU
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Prediksi Skor Roma vs Cagliari 28 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan Menang
- 6Kalender Jawa 27 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pahing Dikenal Cerdas dan Banyak Akal
- 7Materi Matematika TKA SMA 2026, Cek Kisi-Kisi dan Contoh Soal Terbaru
- 8Prediksi Sassuolo vs Lazio 28 Oktober 2026: Jay Idzes Absen, Biancocelesti Diunggulkan
- 9KPK Ingatkan Nusron Wahid untuk Kooperatif dan Berharap Dukungan Penuh Pemerintah
- 10Geledah Kantor Pusat Djarum, KPK Dalami Penyimpangan Penerimaan Cukai Rokok







