NISP Bakal Buyback Saham Rp1 Miliar di Tengah Volatilitas Pasar

AKURAT.CO Emiten perbankan swasta nasional, PT Bank OCBC NISP Tbk. (NISP), berencana melakukan pembelian kembali (buyback) saham dengan nilai maksimal sebesar Rp1 miliar.
Langkah ini diambil sebagai bagian dari strategi korporasi dalam merespons dinamika pasar modal yang berfluktuasi signifikan dalam beberapa waktu terakhir.
Direktur NISP, Hartati mengatakan aksi korporasi tersebut akan dilaksanakan tanpa meminta persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), mengacu pada ketentuan regulator terkait kondisi pasar yang berpotensi mengalami tekanan.
"Dalam rangka pemberian renumerasi yang bersifat variabel atas kinerja 2025 kepada manajemen dan karyawan perseroan," ujar Hartati.
Buyback saham dinilai sebagai langkah yang prudent guna menjaga stabilitas perdagangan saham perseroan sekaligus meningkatkan kepercayaan investor terhadap fundamental jangka panjang bank.
Baca Juga: OCBC NISP Teken Perjanjian Akuisisi 99 Persen Saham Commonwealth
Program pembelian kembali saham ini dirancang untuk memberikan fleksibilitas bagi perseroan dalam mengelola struktur permodalan di tengah ketidakpastian global yang berdampak terhadap volatilitas pasar keuangan domestik.
Dengan memanfaatkan kas internal, perseroan menegaskan bahwa pelaksanaan buyback tidak akan mengganggu likuiditas maupun kemampuan bank dalam memenuhi kewajiban operasional serta ekspansi bisnis.
Buyback saham juga dinilai tak bertentangan dengan aturan POJK 45/2015 tentang penerapan tata kelola dalam pemberian renumerasi bagi bank umum serta POJK 29/2023 tentang pembelian kembali saham oleh perusahaan terbuka.
Tak Ganggu Kinerja
Buyback saham juga diharapkan mampu memberikan sinyal positif kepada pelaku pasar bahwa manajemen memiliki keyakinan atas prospek kinerja perseroan ke depan.
Dalam praktiknya, aksi ini kerap dipandang sebagai indikasi bahwa harga saham saat ini berada di bawah nilai wajarnya (undervalued), sehingga menjadi momentum yang tepat bagi perusahaan untuk meningkatkan nilai bagi pemegang saham.
Selain berpotensi menopang harga saham di pasar sekunder, pembelian kembali saham dapat berdampak pada peningkatan rasio laba per saham (earnings per share/EPS) seiring dengan berkurangnya jumlah saham beredar. Hal ini pada akhirnya berkontribusi terhadap optimalisasi nilai perusahaan dalam jangka menengah hingga panjang.
Manajemen memastikan bahwa seluruh pelaksanaan buyback akan tetap memperhatikan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku di sektor pasar modal, termasuk menjaga rasio kecukupan modal (CAR) pada tingkat yang sehat sesuai dengan profil risiko bank.
Perseroan juga menegaskan bahwa implementasi program buyback tidak akan mempengaruhi rencana strategis perusahaan, termasuk penyaluran kredit maupun investasi pada pengembangan layanan digital dan infrastruktur operasional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Ekspor Minyak Timur Tengah Pulih 80 Persen, Strategi Iran di Selat Hormuz Mulai Kehilangan Taji?
- 2Cara Cek Penerima BSU Kemnaker 2026 Pakai NIK, Begini Status Link Resminya
- 3Prediksi Skor Thailand vs Vietnam 29 September 2026: Vietnam Berpeluang Menang Lagi?
- 4Prediksi Skor Argentina vs Bolivia 1 Oktober 2026: La Albiceleste Dijagokan
- 5Sinyal Aliansi Militer Baru? Telepon Khusus Erdogan ke Prabowo Bongkar Ambisi Besar Jakarta-Ankara
- 6Klasemen FIFA ASEAN Cup 2026 Terbaru: Indonesia vs Bangladesh, Cek Jadwal dan Posisi Grup A!
- 7Kalender Jawa 2 Oktober 2026: Watak Weton Jumat Pahing Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 8Tanpa Sponsor 'Palsu' Rp19,69 Triliun, Manchester City Mungkin Tanpa Aguero dan Silva
- 9Anak Usaha Lyman Group Urus HGB Kota Baru Parahyangan ke ATR/BPN, KPK Dalami Setorannya
- 10KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid di Kasus ATR/BPN, Dalami Alur Setoran hingga Pusat








