Pengunduran Diri Petinggi OJK Wajar, Pasar Nantikan Sosok Pengganti
Hefriday | 31 Januari 2026, 17:23 WIB

AKURAT.CO Pengunduran diri sejumlah aktor penting di pasar modal Indonesia menjadi perhatian serius pelaku pasar, khususnya di tengah upaya menjaga stabilitas dan kepercayaan investor.
Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji Gusta, menilai dinamika tersebut sebagai bagian wajar dari mekanisme pasar yang sehat. Menurutnya, pergantian kepemimpinan justru diperlukan untuk menjaga integritas, kompetensi, dan kredibilitas institusi pasar modal.
Di sisi lain, pelaku pasar kini menanti langkah cepat otoritas dalam memastikan keberlanjutan kepemimpinan, baik di Bursa Efek Indonesia (BEI) maupun Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Kepastian ini dinilai krusial, terutama menjelang agenda strategis seperti pertemuan dengan Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang berpengaruh terhadap persepsi investor global terhadap pasar keuangan Indonesia.
Pengunduran Diri Dinilai Bagian dari Dinamika Pasar
Nafan menegaskan bahwa mundurnya sejumlah figur kunci tidak bisa langsung dimaknai sebagai sinyal negatif bagi pasar modal nasional. Menurutnya, dinamika tersebut justru menunjukkan adanya mekanisme koreksi internal.
“Pengunduran diri sejumlah aktor penting pasar modal Indonesia merupakan dinamika pasar (market) yang wajar guna menjaga integritas, kompetensi, dan kredibilitas kepemimpinan,” ujar Nafan saat dihubungi Akurat.co, Sabtu (31/1/2026).
Nafan menilai, yang paling penting saat ini adalah kecepatan otoritas dalam mencari figur pengganti agar tidak menimbulkan ketidakpastian berkepanjangan di pasar.
Kriteria Pengganti: Integritas hingga Rekam Jejak Global
Menurut Nafan, sosok pengganti ideal harus memiliki integritas, kompetensi, dan kredibilitas kuat di mata pelaku pasar. Hal ini menjadi faktor kunci untuk menjaga kepercayaan investor, baik domestik maupun asing.
“Yang terpenting harus cepat mencari pengganti,” tegasnya.
Nafan juga menambahkan, kombinasi pengalaman global dan domestik akan menjadi nilai tambah yang dapat diapresiasi pasar. Rekam jejak tersebut dinilai penting untuk menghadapi tantangan pasar keuangan yang semakin terintegrasi secara global.
Pasar Menanti Kebijakan Pro-Market dari Pimpinan Baru
Selain figur pengganti, pelaku pasar juga menunggu arah kebijakan yang akan ditempuh oleh pimpinan baru di BEI maupun OJK. Fokus utama tertuju pada kebijakan yang pro-market dan mendukung pendalaman pasar keuangan.
Nafan menilai, keberlanjutan reformasi struktural dan kepastian regulasi akan menjadi indikator awal dalam menilai kualitas kepemimpinan baru di sektor pasar modal.
Peran OJK Tetap Krusial dalam Pengawasan SRO
Terkait OJK, Nafan mengingatkan bahwa fungsi pengawasan terhadap self regulatory organization (SRO) harus tetap berjalan optimal, terlepas dari dinamika kepemimpinan yang terjadi.
“Otoritas tetap harus menjalankan fungsi pengawasan terhadap self regulatory organization (SRO) secara optimal, terutama di sektor pasar keuangan dan pasar modal,” jelasnya.
Pengawasan yang kuat dinilai menjadi fondasi utama dalam menjaga stabilitas sistem keuangan nasional.
Jelang Pertemuan dengan MSCI, Kepastian Kepemimpinan Jadi Sorotan
Menjelang rencana pertemuan otoritas pasar modal Indonesia dengan MSCI pada Senin (1/2/2026), Nafan menekankan pentingnya kejelasan struktur kepemimpinan. MSCI dikenal memiliki pengaruh besar terhadap aliran dana global ke pasar negara berkembang, termasuk Indonesia.
Menurutnya, apabila penunjukan pimpinan definitif belum memungkinkan dalam waktu dekat, opsi pimpinan sementara atau ad interim dapat menjadi solusi untuk menjaga kesinambungan komunikasi dan pengambilan keputusan.
“Apabila belum ada penunjukan definitif, dapat dipertimbangkan penunjukan pimpinan sementara atau ad interim,” kata Nafan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










