Purbaya Tegaskan Beras Ilegal Tak Boleh Ganggu Pasar Domestik

AKURAT.CO Pemerintah menegaskan komitmennya menjaga stabilitas pasar pangan nasional dengan menindak tegas praktik penyelundupan beras dan komoditas pertanian lainnya.
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan, beras hasil penyelundupan yang ditemukan di Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, akan dimusnahkan karena berstatus ilegal.
“(Pelaku) tangkap, (beras) dimusnahkan, pemainnya dikejar. Sudah, itu saja,” kata Purbaya saat ditemui di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin.
Baca Juga: Operasi Kilat di Batam, 40 Ton Beras Ilegal Berhasil Disita
Purbaya menjelaskan, keputusan pemusnahan diambil untuk mencegah beredarnya barang ilegal yang berpotensi mengganggu keseimbangan pasar dalam negeri. Meski demikian, sebagian kecil beras selundupan akan dijual melalui mekanisme lelang dengan pengawasan ketat.
Sebelumnya, hasil laporan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC), temuan beras ilegal tersebut merupakan bagian dari operasi penindakan yang dilakukan secara intensif di wilayah Kepulauan Riau.
Langkah ini juga sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam menjaga harga pangan agar tetap stabil di tengah upaya penguatan swasembada.
Baca Juga: Menkeu Jerman Dukung Macron Siapkan “Bazoka Dagang” UE Hadapi Tekanan Trump
Sebelumnya, Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman mengungkapkan, selama periode Mei hingga November 2025, aparat menemukan 1.897 ton beras yang diduga akan diselundupkan melalui Karimun.
Selain beras, sejumlah komoditas pangan lain turut diamankan, mulai dari gula, bawang, cabai kering, hingga kacang tanah.
Pemerintah menilai penindakan tegas ini penting untuk memastikan pasar domestik tidak dibanjiri komoditas ilegal yang merugikan petani dan mengganggu rantai distribusi pangan nasional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 2Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 3Dorongan Hak Angket Ijazah Gibran Menguat, Jokowi Mulai Panik?
- 4Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 5Korlantas Polri Gelar Bakti Sosial Jumat Sedekah di TPS Rawajati Jakarta Selatan, ke Depannya Akan Dilaksanakan Rutin
- 6Kalender Jawa 17 Oktober 2026: Weton Sabtu Pahing Memiliki Semangat Hidup yang Tinggi
- 7BCA dan BI Gelar Kompetisi QRIS di Royal Plaza Surabaya, Libatkan 475 Tenant
- 8Adira Finance Perkuat Ekspansi Daerah Usai Merger Mandala, Bidik Pasar Indonesia Timur
- 9MAKI Desak KPK Cegah Nusron Wahid ke Luar Negeri
- 10Presiden Prabowo Terima Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang







