Akhir Pekan IHSG Bakal Melemah ke Kisaran 8.325-8.350? Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

AKURAT.CO Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih akan bergerak melemah pada perdagangan Jumat (14/11/2025), seiring meningkatnya tekanan jual dan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
Phintraco Sekuritas dalam riset hariannya menjelaskan, IHSG ditutup turun 16,57 poin atau 0,20 persen ke level 8.372 pada perdagangan Kamis (13/11/2025). Sebelumnya, indeks sempat bergerak di zona hijau namun gagal mempertahankan momentum penguatan hingga akhir sesi.
“Secara teknikal, IHSG ditutup di bawah level moving average lima hari (MA5) dan indikator Stochastic RSI menunjukkan sinyal pelemahan lanjutan. Volume jual juga mengalami kenaikan, sehingga IHSG berpotensi melanjutkan koreksi untuk menguji area support di kisaran 8.325–8.350,” tulis tim riset Phintraco Sekuritas, Jumat (14/11/2025).
Pada perdagangan Kamis, saham-saham sektor perindustrian menjadi penekan utama pergerakan IHSG setelah mencatatkan koreksi terbesar di antara sektor lainnya. Sementara itu, sektor energi masih menjadi penopang dengan mencatatkan penguatan tertinggi.
Baca Juga: IHSG Ditutup Memerah 0,2 Persen, Sektor Industri Paling Parah
Pelemahan indeks turut dipengaruhi oleh pergerakan rupiah yang kembali tertekan dan ditutup di kisaran Rp16.720 per USD. Melemahnya nilai tukar rupiah menambah kekhawatiran pasar terhadap potensi aliran dana keluar (capital outflow) dari aset berisiko di dalam negeri.
Dari bursa global, mayoritas indeks saham di kawasan Asia justru ditutup menguat pada Kamis (13/11/2025), terdorong kabar positif dari Amerika Serikat.
Pemerintah AS secara resmi mengakhiri government shutdown terpanjang dalam sejarah setelah Presiden Donald Trump menandatangani RUU pendanaan yang telah disetujui DPR dengan perbandingan suara 222 berbanding 209.
Dari sisi lain, pelaku pasar juga akan mencermati rilis data ekonomi terbaru dari China pada Jumat (14/11/2025). Produksi industri Oktober 2025 diperkirakan tumbuh 5,8% secara tahunan (YoY), melambat dibandingkan pertumbuhan 6,5% pada September. Adapun penjualan ritel (retail sales) diprediksi meningkat 2,2% YoY, lebih rendah dari pertumbuhan 3% pada bulan sebelumnya.
Dengan kondisi pasar yang cenderung menurun, Phintraco Sekuritas menyarankan investor untuk tetap selektif dalam melakukan transaksi jangka pendek.
Beberapa saham yang direkomendasikan untuk trading pada Jumat ini antara lain PT Panin Financial Tbk (PNLF), PT Archi Indonesia Tbk (ARCI), PT Timah Tbk (TINS), PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), dan PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS).
“Pergerakan IHSG hari ini kemungkinan masih terbatas dengan kecenderungan melemah, sehingga strategi buy on weakness dapat diterapkan pada saham-saham dengan fundamental kuat dan potensi rebound teknikal,” tulisnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tolak Bertahan di KTM Demi Ducati, Pedro Acosta: Saya Ingin Kalahkan Marc Marquez dengan Senjata yang Sama!
- 2Klik Link Live Streaming Indonesia vs Malaysia FIFA ASEAN Cup 2026 Malam Ini
- 3Prediksi Indonesia vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Susunan Pemain dan Skor!
- 4Link Live Streaming Indonesia vs Malaysia FIFA ASEAN Cup 2026, Tayang Malam Ini!
- 5Ini Profil Hacker yang Bocorkan Data Skandal Pelanggaran Manchester City
- 6Dinyatakan Bersalah di Mayoritas 115 Pelanggaran, Berapa Gelar Man City yang Terancam Dicopot?
- 7Sekjen PBB Guterres Desak Iran Buka Kembali Selat Hormuz, Teheran Ajukan Proposal 7 Hari
- 8Ramalan Shio Minggu Ini 28 September–4 Oktober 2026: Ada yang Makin Sibuk, Ada yang Butuh Me Time
- 9Prabowo Perkuat BPJS Kesehatan, Siapkan Tambahan Anggaran Rp20 Triliun
- 10Kejagung Amankan Mantan Sekjen Kementerian ESDM Tersangka Korupsi Nikel








