Akurat

Saat Rem Dilepaskan, Saham DADA Dinilai Siap Tancap Gas

Mukodah | 9 Oktober 2025, 23:31 WIB
Saat Rem Dilepaskan, Saham DADA Dinilai Siap Tancap Gas

AKURAT.CO Saham PT Diamond Citra Propertindo Tbk. (DADA) mendapat julukan sebagai kuda hitam karena berhasil mencuri perhatian pasar modal Indonesia.

Hal ini tidak terlepas dari keberhasilan saham DADA mencatat kenaikan 2.448 persen hanya dalam waktu tiga bulan.

Dalam kondisi "terkunci rem tangan" karena status Papan Pemantauan Khusus (FCA), saham DADA mampu melesat dari Rp7 ke Rp178 hanya dalam tiga bulan.

Baca Juga: Saham DADA Diprediksi Sentuh Rp230 Ribu per Lembar, Jadi Target yang Tepat?

Kenaikan lebih dari 2.400 persen ini bukan sekadar euforia tapi cermin dari keyakinan pasar terhadap potensi fundamental dan arah strategis perusahaan.

Pada 10 Oktober 2025, saham ini diprediksi berpotensi besar keluar dari status FCA dan kembali diperdagangkan secara normal di Bursa Efek Indonesia (BEI). Jika itu benar, maka saham ini akan kembali ke lintasan bebas dan membawa efek luar biasa.

Seperti kenaikan harian tanpa batas ketat, potensi lonjakan lebih eksplosif; likuiditas meningkat tajam, investor institusi kembali aktif; serta volume dan partisipasi pasar melonjak, memperkuat momentum teknikal.

Baca Juga: Di Balik Skenario Vanguard dan Kebijakan Pemerintah, Saham DADA Diprediksi Menuju Rp230 Ribu per Lembar

Sentimen semakin memanas dengan rumor besar di balik layar. DADA disebut menjadi target akuisisi The Vanguard Group, raksasa manajer investasi asal Amerika Serikat yang mengelola dana lebih dari 50 kali APBN Indonesia.

Tidak hanya itu, dua konglomerasi properti asal Jepang yang terhubung dengan portofolio Vanguard dikabarkan siap masuk ke DADA sebagai kendaraan ekspansi mereka di pasar properti Indonesia.

Jika rumor ini terealisasi, arus modal raksasa dan percepatan ekspansi bisa mengubah DADA menjadi salah satu pemain properti paling agresif di Asia Tenggara.

Baca Juga: EPS Saham: Mengukur Profitabilitas dan Menilai Kinerja Perusahaan

"Dengan kombinasi fundamental yang makin solid, momentum teknikal yang kuat dan potensi strategis dari masuknya investor global, banyak analis percaya harga DADA belum menyentuh langitnya," kata Devlin Gabriel, selaku investor retail saham, dalam keterangannya, Kamis (9/10/2025).

"Dengan adanya ini, free float yang cukup sebagai syarat investor asing masuk mulai berjalan pada saham DADA," lanjutnya.

Bahkan, target jangka panjang di pasar menempatkan harga di kisaran Rp230.000 per lembar saham, seiring dengan derasnya modal asing yang masuk ke sektor properti nasional.

Baca Juga: Mengenal IPO: Cara Kerja, Tujuan dan Risiko Investasi Saham

Selama ini, saham DADA sudah membuktikan kekuatannya meski dalam kondisi terbatas. Kini, dengan pembagian dividen dan potensi keluar dari FCA, skenario besar sedang disiapkan.

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
Reporter
Mukodah
W
Editor
Wahyu SK